Sumbar  

Pelabuhan Teluk Tapang Didorong Jadi Penopang Energi Nasional

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan bahwa pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan bahwa pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang

Pasbar– Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus mempercepat pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang yang berada di Kabupaten Pasaman Barat.

Pelabuhan tersebut ditargetkan dapat beroperasi secara optimal pada 2028 dan nantinya menjadi pusat kegiatan ekspor, kawasan industri, serta salah satu penopang ketahanan energi nasional.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan bahwa pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang kini telah memasuki tahap pengerjaan infrastruktur darat. Pada 2026, Kementerian Perhubungan mengucurkan anggaran sekitar Rp83 miliar untuk membangun berbagai fasilitas pendukung pelabuhan.

Hal itu disampaikan Mahyeldi ketika meninjau perkembangan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang di Pasaman Barat, Kamis (5/11/2026).

Ia menjelaskan, anggaran tersebut merupakan bagian dari tahapan pengembangan yang masih akan berlanjut. Sejumlah fasilitas yang perlu dibangun berikutnya meliputi kantor pelabuhan, gudang penyimpanan, sarana penanganan barang, dermaga, serta berbagai infrastruktur penunjang operasional.

Di sisi lain, Pemprov Sumbar juga tengah mengupayakan perubahan fungsi kawasan seluas 168 hektare dari hutan produksi menjadi area penggunaan lain (APL) agar pengembangan pelabuhan dapat berjalan lebih maksimal.

Pembangunan jalan akses menuju Pelabuhan Teluk Tapang sepanjang kurang lebih tujuh kilometer juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemprov Sumbar berharap pemerintah pusat dapat mengalokasikan anggaran melalui APBN untuk merealisasikan pembangunan jalan tersebut.

Menurut Mahyeldi, kebutuhan infrastruktur jalan semakin mendesak karena kegiatan pengangkutan bijih besi oleh PT Gamindra sudah mulai berlangsung di kawasan itu. Oleh sebab itu, peningkatan akses dan fasilitas pendukung perlu segera dilakukan agar aktivitas industri dan distribusi berjalan lancar.

Baca Juga  Ombudsman Minta Penjelasan Sekdaprov Sumbar

Mahyeldi menegaskan, Pelabuhan Teluk Tapang dirancang sebagai pelabuhan industri sekaligus pelabuhan pengumpul yang nantinya dapat melayani kegiatan ekspor dan impor secara langsung.

Beberapa komoditas yang berpotensi dikirim melalui pelabuhan tersebut di antaranya batu bara dan produk perkebunan kelapa sawit. Selain itu, kawasan Teluk Tapang juga disiapkan untuk pengembangan tangki penyimpanan minyak sawit serta industri pengolahan.

Keberadaan pelabuhan ini diyakini dapat menekan ongkos distribusi barang dari Pasaman Barat, kawasan utara Sumatera, hingga wilayah Rokan di Provinsi Riau. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, Teluk Tapang diharapkan tumbuh menjadi kawasan ekonomi baru di Sumatera Barat.

Tidak hanya berorientasi pada perdagangan dan industri, pengembangan Teluk Tapang juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan energi nasional. Pemprov Sumbar saat ini menjajaki komunikasi dengan pemerintah pusat terkait peluang pembangunan kilang minyak atau refinery, industri petrokimia, serta fasilitas penyimpanan bahan bakar minyak (BBM).

Mahyeldi menilai penguatan cadangan energi dalam negeri sangat diperlukan, terutama untuk menghadapi kemungkinan terganggunya pasokan minyak dunia akibat ketegangan geopolitik internasional.

Ia menyebutkan, kemampuan cadangan BBM nasional saat ini hanya mampu memenuhi kebutuhan sekitar 18 hari. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar Indonesia memiliki persediaan energi yang lebih kuat ketika terjadi gangguan pasokan dari luar negeri, termasuk akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga  Pemprov DKI Gandeng Pelindo dan Kemenhub Kembangkan Pelabuhan Laut Jakarta

Lebih lanjut, Mahyeldi mengungkapkan bahwa kawasan Teluk Tapang memiliki potensi lahan mencapai sekitar 16 ribu hektare dan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Kondisi geografis tersebut menjadi keunggulan tersendiri untuk pengembangan industri berskala besar, jalur perdagangan internasional, maupun pusat distribusi energi.

Pemprov Sumbar juga terus menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat untuk merealisasikan rencana tersebut, termasuk menyampaikan potensi pengembangan Teluk Tapang kepada Presiden Prabowo Subianto.

Mahyeldi berharap kawasan ini dapat memberikan kontribusi strategis bagi pembangunan nasional, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat Pasaman Barat dan Sumatera Barat secara keseluruhan.

Pengembangan Teluk Tapang, lanjutnya, juga menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Air Bangis. Dengan ketersediaan lahan yang luas dan posisi strategis di kawasan pesisir, Teluk Tapang dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi kawasan industri dan pelabuhan unggulan di wilayah barat Indonesia.(Yu)