Pasbar  

Tiga Nagari Jadi Pilot Project, Pemkab Pasbar dan Tanoto Foundation Siapkan Model Penurunan Stunting Berbasis Digital

oplus_0

Pasbar, fativa.id – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), memperkuat upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui kolaborasi dengan Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta. Tiga nagari, yakni Kapa, Sasak, dan Giri Maju, ditetapkan sebagai lokasi percontohan atau pilot project program penguatan kapasitas dan pengelolaan data berbasis digital.

Bupati Pasaman Barat Yulianto bersama perwakilan Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta melakukan kunjungan lapangan ke Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo, dan Nagari Sasak, Kecamatan Sasak. Kunjungan tersebut bertujuan melihat langsung perkembangan serta pelaksanaan program di tingkat nagari, Rabu (4/11/2026).

Bupati Pasaman Barat Yulianto mengatakan, program percontohan di tiga nagari tersebut diharapkan menjadi model penguatan penanganan stunting yang nantinya dapat diterapkan di 87 nagari lainnya di Pasaman Barat.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut harus menjadi contoh bagi nagari lain, terutama dalam membangun sistem pendataan, perencanaan, dan pelaksanaan program penanganan stunting yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

“Hal ini juga dinilai penting seiring dengan rencana pelantikan 87 wali nagari pada 9 November 2026, sehingga pemerintah nagari diharapkan dapat memperkuat komitmen dan mengambil peran aktif dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah,” katanya.

Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, didampingi Project Management Unit Felly Ardan dan Communication & Media Mutazar, menjelaskan bahwa kunjungan lapangan tersebut merupakan bagian dari pemantauan perkembangan program sekaligus memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan.

“Program yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada pencegahan dan penanganan stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak, tetapi juga mencakup peningkatan mutu pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital di tingkat nagari,” ujarnya.

Baca Juga  Atlet Shorinji Kempo Pasaman Barat Raih Dua Mendali Emas di Kejurnaswil Perkemi Sumbar 2026

Selain itu, Tanoto Foundation mendorong pengembangan sistem informasi dan website nagari sebagai sarana pendukung pengelolaan data dan peningkatan pelayanan pemerintahan nagari.

“Untuk Sumatera Barat, Pasaman Barat adalah satu-satunya daerah yang bekerja sama dengan Tanoto Foundation,” jelas Mutazar.

Salah satu bentuk intervensi program dilakukan melalui pelatihan lima orang administrator di masing-masing nagari percontohan. Mereka dibekali kemampuan menyusun perencanaan, merancang program, melakukan pendataan, serta mengolah informasi menggunakan aplikasi digital.

Para administrator juga mendapatkan pembekalan mengenai teknik survei, pemantauan, dan evaluasi kondisi stunting di wilayah masing-masing. Dalam pelaksanaannya, Yayasan Cipta memberikan pendampingan dan bimbingan teknis agar para pengelola mampu menjalankan sistem tersebut secara optimal.

Tanoto Foundation juga mengembangkan aplikasi Pusat Operasional Penurunan Stunting (POPS) sebagai instrumen pendukung pengelolaan data dan pemantauan program. Untuk menunjang pengoperasiannya, dilakukan peningkatan kapasitas bagi lima orang pengelola POPS.

Melalui sistem tersebut, data yang dihimpun diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan pemerintah nagari dalam menentukan kebutuhan, menyusun prioritas kegiatan, serta merancang penganggaran program pencegahan dan penurunan stunting.

Project Officer Yayasan Cipta, Eka Novita, mengatakan bahwa pihaknya berfokus pada pembekalan dan peningkatan kapasitas administrator yang telah ditunjuk oleh nagari percontohan.

Menurutnya, para administrator dipersiapkan agar mampu mengoperasikan aplikasi pengelolaan data, mulai dari proses pendataan dan perencanaan hingga mendukung penyusunan penganggaran program penanganan stunting.

Baca Juga  Kehadiran Dapur MBG Kampung V Mahakarya Pasbar, Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat

“Artinya, kami tidak memberikan uang, tetapi memberikan bekal ilmu dan kompetensi untuk menjalankan aplikasi program penurunan atau pencegahan stunting. Dengan demikian, data berbasis digital tersebut bisa digunakan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat setiap tahun untuk penanganan dan pencegahan stunting,” kata Eka Novita.

Upaya percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), instansi terkait, pemerintah nagari, kader, hingga masyarakat yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Kolaborasi pemerintah daerah bersama mitra pembangunan, didukung pemanfaatan teknologi digital dan partisipasi masyarakat, diharapkan mampu memperkuat kualitas perencanaan serta efektivitas program penanganan stunting di Pasaman Barat.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Pasaman Barat Yulianto didampingi Ketua TP-PKK Pasaman Barat Sifrowati, Kepala Balitbangda Joni Hendri, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sutrisno, Wali Nagari Kapa Nofrizon, Wali Nagari Sasak, serta sejumlah stakeholder terkait lainnya. (Wsn)