Gunung Dukono Meletus Hebat, Dua Pendaki Meninggal Dunia

Gunung Dukono di Halmahera Utara meletus dahsyat.
Gunung Dukono di Halmahera Utara meletus dahsyat.

Jakarta – Erupsi besar Gunung Dukono yang berada di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat pagi (8/5/2026) menimbulkan korban jiwa. Dua wisatawan dilaporkan meninggal dunia setelah terdampak langsung letusan gunung api tersebut.

Berdasarkan data sementara hasil koordinasi berbagai pihak, termasuk Basarnas dan BNPB, selain dua korban tewas, sedikitnya lima orang pendaki lainnya juga mengalami luka-luka. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian serta pendataan identitas korban di lokasi kejadian.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa saat peristiwa terjadi, status Gunung Dukono masih berada pada Level II atau Waspada. Erupsi yang terjadi kali ini tergolong sangat kuat, dengan kolom abu vulkanik yang mencapai ketinggian sekitar 10.000 meter disertai suara dentuman keras.

Peristiwa ini juga memunculkan perhatian serius terkait dugaan pelanggaran prosedur keselamatan. Diduga terdapat pihak pengelola wisata atau oknum tertentu yang tetap memberangkatkan pendaki, meskipun kawasan Gunung Dukono telah resmi ditutup oleh otoritas terkait.

Baca Juga  Bersih-bersih Pupuk Bersubsidi, Ribuan Distributor Dicabut, Pegawai Kementan Dicopot

“Terdapat indikasi adanya kelalaian dari pengelola wisata atau pihak yang tetap melakukan aktivitas pendakian meskipun sudah ada larangan penutupan kawasan,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya.

Saat ini pemerintah masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi bagaimana para wisatawan bisa berada di area berbahaya ketika aktivitas vulkanik sedang meningkat.

Di sisi lain, tim gabungan BPBD dan Basarnas terus melakukan penyisiran di kawasan puncak dan lereng gunung untuk mengevakuasi kemungkinan pendaki lain yang masih terjebak. Kondisi di lapangan dilaporkan cukup sulit karena aktivitas erupsi masih berlangsung dengan amplitudo maksimum mencapai 34 mm.

Baca Juga  BPN: BPJS Jadi Syarat Jual Beli Tanah

Dampak hujan abu vulkanik juga mulai dirasakan warga di Kecamatan Galela, khususnya di Desa Mamunya. BPBD Halmahera Utara telah mendirikan posko tanggap darurat terpadu guna menangani korban serta warga yang terdampak.

BNPB kembali mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk mematuhi seluruh rekomendasi resmi. Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius berbahaya serta menggunakan masker untuk menghindari dampak abu vulkanik yang cukup tebal.(des*)