Obesitas Bukan Sekadar Masalah Berat Badan, Kesehatan Mental Juga Penting

Pasien obesitas kerap menemukan hambatan dalam proses pemulihan dan penurunan berat badan akibat beban mental yang dialami. Tak jarang dokter gizi merujuk pasien obesitas ke dokter spesialis kesehatan jiwa.
Pasien obesitas kerap menemukan hambatan dalam proses pemulihan dan penurunan berat badan akibat beban mental yang dialami. Tak jarang dokter gizi merujuk pasien obesitas ke dokter spesialis kesehatan jiwa.

Jakarta – Perjuangan seseorang untuk pulih dari obesitas tidak hanya berkaitan dengan penurunan berat badan dan pengendalian pola makan. Di balik kondisi tersebut, terdapat persoalan psikologis yang kerap luput dari perhatian, mulai dari tekanan sosial, kecemasan, hingga pengalaman mengalami perundungan fisik atau body shaming.

Dokter spesialis kesehatan jiwa, Putri Nugraheni, mengungkapkan bahwa semakin banyak pasien obesitas yang membutuhkan pendampingan psikiater selama menjalani proses pemulihan.

Menurutnya, selama ini penanganan obesitas umumnya lebih banyak berfokus pada aspek medis dan pengaturan nutrisi. Namun, dalam perkembangannya, dokter spesialis gizi klinik mulai merujuk pasien kepada psikiater untuk membantu mengatasi persoalan kesehatan mental yang menyertai kondisi tersebut.

Putri menjelaskan, dirinya kini cukup sering menerima pasien obesitas yang membutuhkan bantuan psikologis agar proses perubahan menuju kondisi tubuh yang lebih sehat dapat berjalan optimal.

Selama ini, obesitas masih kerap dikaitkan dengan kebiasaan makan berlebihan atau kurangnya kemampuan seseorang dalam menjaga pola hidup. Tidak sedikit pula masyarakat yang menilai kondisi tersebut hanya dari sisi penampilan fisik.

Padahal, obesitas merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika jumlah energi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi lebih besar dibandingkan energi yang digunakan tubuh. Kondisi ini dapat berkembang dalam jangka panjang dan tidak selalu menunjukkan tanda-tanda yang mudah dikenali pada tahap awal.

Baca Juga  Langkah-langkah Pemulihan Tubuh Setelah Berhenti Merokok

Proses pemulihan obesitas juga tidak sesederhana menjalankan diet atau mengurangi porsi makan. Dibutuhkan penanganan yang tepat dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan seseorang.

Salah satu tantangan yang sering dihadapi pasien adalah pandangan negatif dari lingkungan sekitar. Candaan mengenai bentuk tubuh, komentar tentang berat badan, hingga perlakuan diskriminatif dapat menimbulkan tekanan tersendiri bagi mereka yang sedang berusaha memperbaiki kesehatannya.

Putri menilai, komentar yang dianggap sepele oleh sebagian orang justru bisa memberikan dampak emosional yang mendalam bagi penyintas obesitas.

Dampaknya pun tidak sama pada setiap individu. Kemampuan seseorang dalam menghadapi penilaian negatif sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis dan pengalaman hidup masing-masing.

Ia mengungkapkan, sejumlah pasien awalnya datang untuk mengatasi keluhan fisik. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan persoalan kesehatan mental yang perlu mendapatkan perhatian sebelum proses pemulihan dilanjutkan secara optimal.

Baca Juga  Panduan Meningkatkan Rating di Aplikasi Maxim

Beberapa kondisi yang dapat dialami pasien antara lain stres berkepanjangan, gangguan kecemasan, hingga trauma akibat perlakuan buruk dan stigma yang diterima dari lingkungan sosial.

Karena itu, penanganan obesitas dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya melalui pengaturan asupan makanan dan aktivitas fisik.

Putri menekankan pentingnya kerja sama antara dokter spesialis gizi klinik dan psikiater dalam mendampingi pasien. Kolaborasi tersebut diperlukan agar aspek kesehatan fisik dan mental dapat ditangani secara bersamaan.

Dengan pendekatan lintas disiplin, pasien diharapkan tidak hanya mampu mencapai kondisi berat badan yang lebih sehat, tetapi juga memperoleh dukungan psikologis untuk menjalani proses pemulihan tanpa terbebani stigma maupun perundungan terhadap bentuk tubuh.(YU)