Seberangi Selat Madura, 19 Perenang Bawa Misi Kemanusiaan

19 Perenang Berhasil Seberangi Selat Madura
19 Perenang Berhasil Seberangi Selat Madura

Jakarta – Sebanyak 19 perenang sukses menyelesaikan tantangan menyeberangi Selat Madura dengan rute Kamal, Madura, menuju Surabaya.

Kegiatan bertajuk Xtreme Impact 2026 – Madura Strait Open Water Challenge tersebut tidak hanya menjadi ajang menguji kemampuan dan daya tahan fisik, tetapi juga membawa misi kemanusiaan.

Melalui aksi ini, para peserta ingin menggalang solidaritas dan dukungan bagi masyarakat pesisir Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang hingga kini terdampak parah akibat abrasi dan banjir rob.

Gerakan tersebut dilatarbelakangi keprihatinan terhadap kondisi warga pesisir yang semakin terdesak akibat hilangnya daratan tempat mereka tinggal. Salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup serius adalah Dukuh Timbulsloko. Saat ini, jumlah keluarga yang masih menetap di kawasan tersebut diperkirakan hanya sekitar 90 kepala keluarga (KK), berkurang dari sekitar 170 KK pada 2020.

Pendamping masyarakat pesisir Demak, Masnuah, yang merupakan pendiri komunitas perempuan nelayan Puspita Bahari sejak 2005, menyebutkan bahwa warga masih memiliki tekad kuat untuk mempertahankan kehidupan di tanah kelahiran mereka meskipun harus menghadapi berbagai persoalan.

Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan masyarakat untuk tetap bertahan. Mereka berharap dapat terus tinggal di tanah leluhur, mengunjungi makam keluarga, sekaligus menjaga warisan kehidupan bagi generasi berikutnya.

Masnuah menjelaskan, persoalan yang dihadapi warga tidak sebatas kehilangan tempat tinggal. Keterbatasan fasilitas dasar dan ancaman terhadap sumber penghidupan juga menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian.

Salah satu kendala utama adalah ketersediaan air bersih. Selama ini, masyarakat hanya bergantung pada satu sumur bor yang kini mengalami penurunan debit air. Selain itu, genangan banjir rob yang kerap melanda permukiman turut menghambat kegiatan sehari-hari, termasuk pemenuhan kebutuhan sanitasi.

Baca Juga  PLN Salurkan Bantuan Kemanusiaan Selain Pemulihan Listrik

Melalui program Xtreme Impact, panitia berupaya menghimpun donasi hingga mencapai Rp1 miliar. Dana yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan untuk menyediakan sarana air bersih, membangun rumah aman sebagai tempat perlindungan sekaligus ruang berkumpul warga, serta mengembangkan rumah produksi dan pemasaran Omah Iwak.

Program Omah Iwak diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi kelompok perempuan pesisir melalui kegiatan produksi dan pemasaran hasil usaha mereka.

Masnuah juga menggambarkan bagaimana banjir rob telah mengubah kehidupan anak-anak di Timbulsloko. Ruang terbuka yang sebelumnya menjadi tempat bermain kini semakin sulit ditemukan akibat daratan yang terus terendam.

“Anak-anak sudah kehilangan tempat bermain, nggak ada daratan lagi di Timbulsloko,” ungkapnya.

Penggagas Xtreme Impact 2026, Arto Biantoro, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bermula dari keinginan untuk melakukan tindakan nyata dalam merespons persoalan sosial. Ia bersama pihak-pihak yang terlibat memilih untuk tidak berhenti pada keluhan, melainkan menghadirkan aksi yang dapat membawa perhatian lebih luas terhadap kondisi masyarakat pesisir.

Ia menyebutkan, kegiatan renang lintas Selat Madura itu dipersiapkan melalui latihan intensif selama kurang lebih dua bulan. Para peserta menjalani berbagai tahapan latihan, baik di kolam renang maupun perairan terbuka. Mereka juga mendapat kesempatan berlatih bersama TNI Angkatan Laut di kawasan Pondok Dayung, Jakarta Utara.

Arto menambahkan, keterlibatan berbagai komunitas, sekolah, serta jaringan alumni turut menjadi faktor penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap pengalaman mengikuti tantangan ini dapat mendorong para peserta untuk menularkan semangat kepedulian dan kolaborasi di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, kekuatan bangsa dapat tumbuh melalui kebersamaan, kerja sama, dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Baca Juga  Khawatir Kesehatan Mental Murid, Nadiem Ngotot Buka Sekolah

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari TNI Angkatan Laut, khususnya Koarmada II. Sebanyak 19 personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) dilibatkan untuk membantu memastikan aspek keamanan dan kelancaran pelaksanaan kegiatan.

Panglima Komando Armada II, I Gung Putu Alit Jaya, menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta dan pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.

Ia menilai, Xtreme Impact 2026 menjadi contoh positif kerja sama antara komunitas alumni Kolese Kanisius Jakarta dengan TNI Angkatan Laut, khususnya Koarmada II yang mendapat dukungan dari tim Kopaska.

Ia juga mengapresiasi keberhasilan seluruh pihak dalam menjaga kegiatan sehingga dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Ke depan, ia berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Pengalaman dan Motivasi Peserta

Salah seorang peserta yang juga menjadi perenang tertua dalam kegiatan tersebut, Jimmy Sutrisno, mengungkapkan bahwa menyeberangi Selat Madura merupakan pengalaman baru baginya. Ia mengaku belum pernah sebelumnya mengikuti tantangan renang dengan jarak sejauh itu.

Jimmy mengatakan, dirinya telah mempersiapkan kondisi fisik selama sekitar sepuluh minggu sebelum kegiatan berlangsung. Pola hidup sehat dan kebiasaan berolahraga secara teratur menjadi bagian dari persiapannya.

Ia juga menjaga asupan makanan serta menghindari kebiasaan merokok agar kondisi tubuh tetap prima saat menghadapi tantangan renang perairan terbuka tersebut.(YU)