Bengkayang – Jajaran Kepolisian Resor Bengkayang melaksanakan kegiatan Tanam Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu (7/3/2026) sore dan berlangsung serentak di berbagai wilayah Indonesia.
Secara nasional, kegiatan tanam raya dipusatkan di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan dan dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Sementara itu, pelaksanaan di wilayah Kabupaten Bengkayang dilakukan secara daring dan dipusatkan di Desa Magmagan Karya, Kecamatan Lumar.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Bupati Bengkayang dari Dinas Pertanian Erlianus, Ketua DPRD Bengkayang Esidorus, Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, perwakilan Komando Distrik Militer 1209/Bengkayang, perwakilan Lanud Harry Hadisoemantri, Kejaksaan Negeri Bengkayang, tokoh pengusaha Edison Akong, para kepala desa se-Kecamatan Lumar, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta unsur media.
Untuk lokasi utama di Kecamatan Lumar, penanaman jagung dilakukan di lahan milik warga bernama Ludim dengan luas sekitar satu hektare. Selain itu, kegiatan tanam jagung juga dilaksanakan secara serentak di 13 kecamatan di Kabupaten Bengkayang dengan total luas lahan mencapai sekitar 11,95 hektare.
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Melalui kegiatan tanam jagung serentak ini, Polri bersama pemerintah daerah, TNI, serta masyarakat berkomitmen mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas jagung di wilayah Kabupaten Bengkayang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Bhabinkamtibmas sebagai Bintara Penggerak Ketahanan Pangan untuk terus berkoordinasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) serta para penyuluh guna memberikan pendampingan, sosialisasi, dan pengawasan kepada para petani.
Selain kegiatan penanaman, Kapolres Bengkayang juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada para petani sebagai bentuk dukungan dalam meningkatkan produktivitas pertanian di daerah tersebut.
Dalam kesempatan wawancara dengan awak media, Kapolres menjelaskan bahwa pada tahun 2026 Polres Bengkayang mendapat target penanaman jagung dari Kepolisian Negara Republik Indonesia seluas 1.500 hektare.
“Untuk wilayah Kabupaten Bengkayang khususnya Polres Bengkayang mendapatkan target tanam sebanyak 1.500 hektare. Hingga saat ini sudah tertanam sekitar 28 persen atau 428 hektare, dan ini akan terus secara konsisten kita laksanakan, baik penanaman maupun menjaga kualitas panennya,” jelasnya.
Kapolres menambahkan bahwa hasil panen jagung nantinya diharapkan dapat terserap hingga ke hilir melalui Perum Bulog sebagai bagian dari program serapan jagung nasional.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 lalu Kabupaten Bengkayang memberikan kontribusi serapan jagung ke Bulog tertinggi di antara Polres jajaran di wilayah Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.
“Pada tahun 2025 lalu, Bengkayang dalam lingkup Polda Kalbar memberikan kontribusi serapan jagung ke Bulog tertinggi di antara Polres jajaran. Untuk tahun 2026 ini, hingga saat ini luasan tanam Polres Bengkayang juga masih tertinggi dibandingkan Polres lainnya. Kita harapkan capaian ini bisa terus dipertahankan,” tambahnya.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, termasuk melalui sektor pertanian padi dan jagung.
Selain itu, ia juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini mulai berjalan di berbagai daerah. Menurutnya, para petani di Bengkayang diharapkan mampu menyuplai kebutuhan bahan pangan untuk program tersebut.
“Kami berharap para petani di Kabupaten Bengkayang mampu menyuplai kebutuhan bahan pangan untuk SPPG MBG dari wilayah Bengkayang sendiri, misalnya dengan menanam sayur-sayuran maupun buah-buahan yang menjadi bagian dari menu program tersebut,” ujarnya.
Dengan demikian, kebutuhan bahan pangan untuk program pemerintah tersebut diharapkan dapat dipenuhi dari produksi masyarakat lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Bengkayang.












