Tekno  

AS Bentuk Pasukan AI, Trump Siapkan AI Czar

Presiden AS Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump.

Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana membentuk satuan khusus yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI). Inisiatif tersebut disebut akan memiliki pola seperti Space Force yang dibentuk pemerintahannya pada periode pertama kepemimpinannya.

Selain membentuk pasukan khusus AI, Trump juga mengatakan akan menunjuk seorang pejabat yang disebut sebagai “AI Czar”. Sosok tersebut nantinya akan memiliki peran dalam mengawasi berbagai hal yang berkaitan dengan pengembangan kecerdasan buatan.

Pengumuman itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Sabtu (19/9/2026). Ia menyebut pembentukan Pasukan AI sebagai langkah lanjutan dari keberhasilan pembentukan Space Force.

Trump juga mengatakan kandidat untuk posisi AI Czar harus memiliki kemampuan intelektual tinggi. Ia menyampaikan hal tersebut sembari mengajak orang-orang yang memenuhi kriteria untuk mendaftarkan diri.

Baca Juga  Xiaomi 15 Pro Dilengkapi Baterai Besar, Siap Tanding di Pasar Flagship 2024

Dalam perkembangan lainnya, Trump meluncurkan sebuah jajak pendapat secara daring. Salah satu pertanyaan yang diajukan kepada publik adalah apakah istilah “kecerdasan buatan” atau artificial intelligence sebaiknya menggunakan sebutan lain.

Wacana tersebut muncul ketika perkembangan teknologi AI terus menjadi perhatian pemerintah dan industri. Sejumlah laporan mengenai kemampuan sistem AI yang dinilai melampaui perkiraan sebelumnya telah memunculkan perdebatan mengenai perlunya pembatasan dan pengawasan lebih ketat.

Sebagian pihak mendorong agar pengembangan teknologi tersebut dilakukan secara lebih hati-hati, termasuk melalui regulasi pemerintah.

Baca Juga  Pasar Ponsel Lipat Global Tumbuh 49%, Huawei Rebut Pangsa Pasar Utama

Namun, Trump menyatakan pandangan berbeda. Ia menolak kekhawatiran mengenai pengembangan AI dan menyebut penolakan terhadap teknologi tersebut sebagai informasi yang tidak berdasar.

Trump juga menegaskan pemerintahannya tidak bermaksud memperlambat pertumbuhan industri AI. Menurut pernyataannya, pemerintah AS akan memberikan dukungan sekaligus melakukan pengawasan terhadap perkembangan teknologi tersebut.(BY)