Berita  

Inggris Singkirkan Norwegia, Tiket Semifinal Berhasil Diamankan

Inggris melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Norwegia 2-1.
Inggris melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Norwegia 2-1.

Fativa.idJude Bellingham kembali membuktikan mengapa namanya kini masuk dalam jajaran gelandang terbaik dunia. Penampilan impresif pemain Real Madrid itu menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkan Timnas Inggris melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

Bellingham tampil sebagai motor permainan The Three Lions. Gelandang berusia 23 tahun tersebut tak hanya piawai mengatur tempo permainan, tetapi juga tajam saat berada di depan gawang. Hingga babak perempat final, ia telah mengoleksi empat gol dan satu assist, sekaligus membangun duet yang sangat efektif bersama kapten tim Harry Kane.

Performa konsisten Bellingham juga tercermin dari catatan statistik. Berdasarkan data Flashscore, ia menjadi pemain dengan nilai rata-rata tertinggi di skuad Inggris, yakni 7,9 dari total 404 menit bermain. Angka tersebut memperlihatkan besarnya kontribusi sang gelandang dalam setiap pertandingan yang dijalani Inggris.

Tak hanya produktif mencetak gol, Bellingham juga sangat aktif menciptakan ancaman. Ia tercatat melakukan 28 sentuhan di area penalti lawan, sembilan dribel sukses, serta menciptakan delapan peluang dari permainan terbuka. Statistik itu menunjukkan bahwa perannya jauh lebih luas dibanding sekadar gelandang pencetak gol.

Pakar data Flashscore, Daniel Musil, menilai kekuatan utama Bellingham justru terletak pada kecerdasannya bergerak tanpa bola. Menurutnya, kemampuan membaca ruang membuat pemain Real Madrid itu terus menyulitkan barisan pertahanan lawan.

Baca Juga  Saluang dan Kerupuk Sanjai Dapat Hak Paten, Budaya Lokal Dilestarikan

“Pergerakannya tanpa bola adalah senjata yang sama berbahayanya dengan kemampuan mencetak gol. Saat menghadapi Meksiko, ia melakukan 37 pergerakan tanpa bola yang memaksa bek lawan terus mengubah posisi,” ujar Musil.

Musil menambahkan, setiap lari yang dilakukan Bellingham memaksa lawan mengambil keputusan dalam hitungan detik bahkan sebelum bola mengarah kepadanya. Kemampuan seperti itu dinilai hanya dimiliki pemain dengan kecerdasan taktik di atas rata-rata.

Pujian juga datang dari mantan kapten Manchester United sekaligus legenda Timnas Inggris, Roy Keane. Ia mengaku terkesan dengan naluri Bellingham dalam menentukan waktu yang tepat untuk masuk ke kotak penalti.

Menurut Keane, banyak pemain mampu berlari ke area berbahaya, tetapi hanya sedikit yang memiliki insting dan ketenangan seperti Bellingham. Ia bahkan menyamakan kualitas tersebut dengan para legenda lini tengah Inggris seperti Steven Gerrard, Frank Lampard, dan Paul Scholes.

Karier Bellingham memang terus menanjak sejak mencuri perhatian bersama Birmingham City pada usia sangat muda. Perkembangannya semakin pesat setelah bergabung dengan Real Madrid, di mana ia menjelma menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di Eropa. Di level tim nasional, perannya juga semakin vital sejak era Gareth Southgate hingga kini diteruskan oleh Thomas Tuchel.

Baca Juga  Spanyol Diunggulkan, Belgia Bertekad Akhiri Kutukan 40 Tahun di Piala Dunia 2026

Meski sempat muncul pemberitaan mengenai hubungan Bellingham dengan Tuchel akibat kesalahpahaman atas komentar sang pelatih, situasi itu kini telah berakhir. Tuchel bahkan menegaskan bahwa Bellingham merupakan pemain istimewa yang selalu memiliki tempat di Timnas Inggris.

“Dia adalah pemain spesial, dan pemain spesial terkadang membutuhkan perlakuan yang spesial pula,” ujar Tuchel.

Dengan performa yang terus meningkat sepanjang turnamen, Bellingham kini menjadi salah satu senjata utama Inggris dalam perburuan gelar juara dunia. Jika mampu mempertahankan konsistensinya, bukan hanya membawa Inggris melangkah lebih jauh, gelandang muda tersebut juga berpeluang menjadi salah satu kandidat pemain terbaik di Piala Dunia 2026.(*)