Jakarta — Alergi terhadap susu sapi pada anak sering kali tidak mudah dikenali karena gejalanya bisa sangat bervariasi. Reaksi yang muncul dapat terjadi pada sistem pencernaan, kulit, maupun saluran pernapasan. Bahkan dalam satu keluarga, dua anak yang sama-sama memiliki alergi susu sapi dapat menunjukkan tanda-tanda yang berbeda.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi, Molly Dumakuri Oktarina, menjelaskan bahwa manifestasi alergi susu sapi sangat beragam dan kerap menyerupai gangguan kesehatan lain.
Ia menegaskan bahwa setiap anak dapat mengalami respons yang berbeda meskipun memiliki kondisi alergi yang sama, termasuk pada saudara kandung.
Gejala Bisa Muncul di Berbagai Sistem Tubuh
Menurutnya, keluhan paling sering muncul pada saluran pencernaan dan kulit, meskipun sebagian anak juga mengalami gangguan pernapasan.
Pada sistem pencernaan, sekitar setengah hingga lebih dari separuh kasus anak dengan alergi susu sapi menunjukkan gejala seperti kolik, sembelit, muntah, atau diare.
Pada kulit, gejala yang umum ditemukan meliputi ruam kemerahan, bentol gatal, hingga pembengkakan di area bibir atau kelopak mata, yang juga terjadi pada proporsi kasus yang hampir sama.
Sementara itu, sekitar 20–30 persen anak dapat mengalami gangguan pernapasan seperti pilek alergi, batuk berkepanjangan, atau bunyi napas mengi (wheezing).
Tidak Boleh Mendiagnosis Sendiri
Molly mengingatkan bahwa orang tua tidak disarankan langsung menyimpulkan anak mengalami alergi susu sapi tanpa pemeriksaan tenaga medis, karena gejalanya bisa mirip dengan penyakit lain.
Ia menyarankan agar setiap kecurigaan segera dikonsultasikan ke dokter untuk mendapatkan evaluasi yang tepat.
Menurutnya, penegakan diagnosis tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan melalui proses bertahap yang melibatkan riwayat kesehatan, pola makan, durasi gejala, hingga pemeriksaan fisik dan lanjutan sesuai kebutuhan.
Proses Eliminasi dan Provokasi
Salah satu metode yang umum digunakan adalah diet eliminasi, yaitu menghentikan sementara konsumsi makanan yang mengandung protein susu sapi selama satu hingga beberapa minggu, tergantung kondisi anak.
Selama periode tersebut, dokter akan memantau perubahan gejala. Jika terjadi perbaikan, tahap selanjutnya adalah uji provokasi, yaitu pemberian kembali protein susu sapi untuk melihat apakah gejala muncul lagi.
Apabila keluhan kembali timbul setelah provokasi, maka hal tersebut menjadi indikasi kuat adanya alergi susu sapi.
ASI Tetap Dianjurkan
Dalam hal nutrisi, anak dengan alergi susu sapi tetap harus mendapatkan asupan yang cukup untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Untuk bayi yang masih menerima ASI, pemberian ASI tetap dianjurkan. Penyesuaian justru dilakukan pada ibu menyusui dengan menghindari konsumsi makanan yang mengandung protein susu sapi sesuai arahan dokter.
ASI tetap dianggap sebagai sumber nutrisi terbaik bagi bayi.
Alternatif Susu Pengganti
Jika ASI tidak dapat diberikan karena alasan tertentu, pemilihan susu pengganti harus dilakukan berdasarkan rekomendasi medis dan tidak boleh sembarangan.
Pada kasus ringan hingga sedang, dokter biasanya mempertimbangkan formula hidrolisat ekstensif. Untuk kondisi yang lebih berat, dapat digunakan formula berbasis asam amino yang lebih mudah ditoleransi karena protein telah dipecah menjadi bentuk yang sangat kecil.
Pada beberapa kondisi tertentu, formula berbasis kedelai khusus juga bisa menjadi alternatif, meski penggunaannya tetap harus berdasarkan pertimbangan medis.
Namun, formula hidrolisat parsial tidak dianjurkan untuk penanganan alergi susu sapi karena tidak termasuk terapi standar.
Perhatian pada MPASI
Untuk anak yang sudah mengonsumsi makanan pendamping ASI, seluruh menu juga harus bebas dari kandungan protein susu sapi selama masa penanganan alergi masih berlangsung.
Pentingnya Penanganan Tepat
Alergi susu sapi tidak berarti anak kehilangan kesempatan untuk mendapatkan nutrisi optimal. Kunci utama penanganan adalah deteksi dini, diagnosis yang tepat oleh tenaga medis, penghindaran pemicu, serta pemilihan asupan yang sesuai dengan kondisi masing-masing anak.(BY)












