BGN Siapkan Dewan Pengawas Profesional untuk Awasi Pelaksanaan Program MBG

Kepala BGN Sudaryono mengatakan dewan pengawas program MBG akan melibatkan ahli gizi hingga chef.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan dewan pengawas program MBG akan melibatkan ahli gizi hingga chef.

JakartaBadan Gizi Nasional (BGN) berencana membentuk Dewan Pengawas yang akan diisi oleh para profesional dari berbagai disiplin ilmu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kehadiran dewan tersebut diharapkan mampu memperkuat pengawasan sekaligus memberikan rekomendasi berbasis keahlian.

Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan lembaganya ingin memastikan program MBG mendapat pendampingan dari tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang gizi, kesehatan, hingga penyusunan menu makanan. Karena itu, BGN membuka kesempatan bagi para ahli untuk berkontribusi melalui masukan dan evaluasi.

Menurut Sudaryono, pengawasan dari pihak independen yang memiliki keahlian akan membantu menjaga kualitas implementasi program sekaligus menjadi bahan perbaikan di masa mendatang.

Profesi yang dipertimbangkan untuk bergabung dalam Dewan Pengawas antara lain ahli gizi, dokter spesialis anak, dokter spesialis gizi, dokter kandungan, hingga chef profesional. Keterlibatan para chef dinilai penting untuk memberikan pandangan mengenai variasi menu, cita rasa, dan penyajian makanan bergizi yang sesuai bagi penerima manfaat.

Baca Juga  Jokowi Beri Ruang bagi Prabowo untuk Program Prioritas di APBN 2025

Ia menegaskan bahwa BGN bersikap terbuka terhadap berbagai masukan dari kalangan profesional, selama bertujuan meningkatkan efektivitas dan kualitas Program Makan Bergizi Gratis.

Selain itu, BGN telah menjalin koordinasi dengan Kementerian Kesehatan guna memperluas keterlibatan para pakar sebelum 5 Agustus 2026. Para ahli dari berbagai bidang nantinya akan diajak menyusun kajian bersama sebagai dasar penyempurnaan kebijakan program.

Sudaryono menjelaskan, sejumlah aspek yang akan menjadi fokus pembahasan meliputi strategi penanganan stunting, penyusunan menu yang sesuai kebutuhan penerima manfaat, kandungan gizi makanan, hingga metode intervensi yang efektif bagi daerah dengan prevalensi stunting yang masih tinggi.

Melalui kolaborasi tersebut, BGN berharap dapat memperoleh lebih banyak rekomendasi ilmiah terkait pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok sasaran program MBG.

Tak hanya melibatkan tenaga medis dan pakar gizi, BGN juga berencana menggandeng organisasi profesi serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Salah satu pihak yang akan diajak berdiskusi adalah asosiasi chef, yang dinilai memiliki pengalaman dalam merancang menu sehat, bergizi, sekaligus menarik untuk dikonsumsi.

Baca Juga  Tragedi di Cidadap, Petani Tewas Saat Cari Pertolongan

Dengan memperluas partisipasi para ahli dan organisasi profesi, BGN berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, serta memberikan manfaat yang lebih besar dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.(BY)