Solok – Fakultas Pascasarjana Universitas Panca Sakti Bekasi melalui Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa workshop sekaligus pendampingan peningkatan kompetensi guru PAUD. Kegiatan ini digelar di Islamic Center Koto Baru, Kabupaten Solok, pada Kamis (7/5/2026).
Program tersebut bekerja sama dengan Himpaudi Kabupaten Solok, dengan fokus utama pada pelatihan penyusunan modul ajar mitigasi bencana yang berbasis pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning).
Dalam kegiatan ini, hadir tiga dosen Universitas Panca Sakti Bekasi sebagai narasumber, yaitu Dr. Sisca Cletus Lamatokan, Dr. Chandra Apriansyah, dan Dr. Lilis Suryani. Selain itu, sejumlah mahasiswa pascasarjana PAUD juga turut berperan sebagai pemateri, yakni Leni Astuti, Lisya Widyasari, Deli Rozalina, Yulaikha Ernawati, Febri Madona Fiola, dan Husna.
Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Bupati Solok Jon Firman Pandu yang diwakili Asisten II Deni Prihatni, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Elafki, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Eko Gunanto, serta para guru PAUD anggota Himpaudi se-Kabupaten Solok.
Dr. Sisca Cletus Lamatokan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menyebarkan ilmu pengetahuan agar dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan pengabdian ini rutin dilakukan oleh universitas, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam upaya memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa pascasarjana PAUD didorong untuk aktif berbagi ilmu, tidak hanya di wilayah Jabodetabek, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sumatera Barat.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul sejak usia dini. Guru, menurutnya, memiliki peran strategis dalam menggali dan mengembangkan potensi anak.
“Guru merupakan ujung tombak dalam pembentukan karakter dan kualitas generasi. Melalui pendidikan di sekolah, guru berperan besar dalam mengoptimalkan potensi anak sesuai perkembangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Chandra Apriansyah menjelaskan bahwa konsep deep learning merupakan inovasi dalam dunia pendidikan yang menekankan pemahaman secara lebih mendalam. Pendekatan ini dinilai relevan untuk menjawab tantangan global sekaligus kondisi lokal, termasuk pengalaman bencana yang pernah terjadi di Sumatera Barat.
Ia menambahkan bahwa integrasi materi mitigasi bencana dalam pembelajaran diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan anak, tetapi juga membentuk kepedulian terhadap lingkungan dan kesiapsiagaan sejak dini.
Kegiatan ini tidak hanya berlangsung dalam bentuk workshop sehari, tetapi juga dilanjutkan dengan pendampingan selama 30 hari. Para peserta akan dibimbing secara berkelanjutan melalui komunikasi daring untuk menyusun modul ajar hingga menghasilkan karya yang dapat diakui sebagai produk intelektual.
Hasil akhir dari program ini diharapkan berupa modul ajar mitigasi bencana serta sertifikat kompetensi bagi para peserta.
Bunda PAUD Kabupaten Solok, Nia Jon Firman Pandu, memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidik PAUD yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak sejak dini.
Ia berharap para guru dapat menerapkan metode pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan ramah anak.
“Kami sangat mendukung kegiatan yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru PAUD. Harapannya, kegiatan ini bisa berkelanjutan dan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi masa depan,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Solok, Elafki. Ia mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut dan berharap ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.
Menurutnya, penguatan karakter anak sejak dini merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Dari pihak mahasiswa, Deli Rozalina menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan kompetensi guru PAUD agar lebih inovatif dan kontekstual.
Ketua PW Himpaudi Sumatera Barat, Pun Ardi, juga menegaskan komitmen organisasi dalam memperjuangkan kemajuan pendidikan anak usia dini. Ia menyoroti masih adanya tantangan terkait kesejahteraan dan pengakuan profesi guru PAUD, meskipun dedikasi mereka sangat tinggi dalam mendidik generasi bangsa.
Ia menegaskan bahwa para guru PAUD bekerja dengan penuh keikhlasan dan pengabdian demi mencetak generasi masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Ketua PD Himpaudi Kabupaten Solok, Selvi, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lembaga masing-masing.
Secara keseluruhan, kegiatan workshop dan pendampingan ini diharapkan mampu melahirkan guru PAUD yang lebih kompeten, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus mampu menanamkan kesadaran mitigasi bencana serta kepedulian lingkungan sejak usia dini.(des*)












