Solok – Memasuki hari kelima sejak pertama kali dilaporkan adanya jejak harimau di kawasan Ubun-ubun, Jorong Ujung Ladang, Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok, temuan jejak tersebut masih terus bertambah.
Sampai Senin (20/4/2026), masyarakat bersama perangkat nagari masih menemukan jejak baru di berbagai lokasi, mulai dari area perkebunan bawang hingga mendekati lingkungan tempat tinggal warga.
Penjabat Wali Nagari Koto Sani, Erinal Dianto, mengungkapkan bahwa kondisi memang masih terkendali, namun rasa cemas tetap dirasakan warga. Terutama para petani yang kini merasa khawatir untuk beraktivitas seperti biasa, apalagi saat malam hari.
Ia menjelaskan, jejak kaki harimau masih ditemukan hingga hari ini. Jika dihitung sejak laporan pertama, jumlahnya sudah mencapai puluhan dan tersebar di ladang maupun sekitar rumah penduduk.
Selain itu, pada Minggu (19/4/2026) dini hari, seorang warga dilaporkan sempat melihat sosok harimau secara singkat saat hendak memeriksa anjing peliharaannya yang akan diajak berburu. Namun, kejadian tersebut tidak sempat direkam karena warga tersebut panik dan ketakutan.
Menurut keterangan warga, penampakan itu terjadi sekilas saat subuh, sehingga tidak ada dokumentasi yang berhasil diambil.
Saat ini, pihak nagari bersama tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan secara intensif.
Jejak harimau paling banyak ditemukan di kebun bawang serta halaman rumah warga. Tidak hanya itu, tiga ekor anjing milik warga juga dilaporkan hilang dan diduga menjadi mangsa satwa liar tersebut.
Berdasarkan hasil sementara dari pihak BKSDA, jejak yang ditemukan kemungkinan berasal dari satu ekor harimau Sumatera. Hal ini didasari pada kebiasaan harimau yang cenderung hidup dan bergerak sendiri, bukan berkelompok.
Meski demikian, penyebab kemunculan harimau hingga mendekati permukiman warga masih belum diketahui secara pasti.
Hingga kini, pengawasan terus dilakukan guna menjaga situasi tetap aman. Warga pun diminta untuk lebih waspada, tidak beraktivitas sendirian di ladang, serta segera melapor apabila kembali menemukan tanda-tanda keberadaan harimau.
Dengan masih ditemukannya jejak baru, diduga kuat harimau tersebut masih berada di sekitar kawasan ladang dan permukiman warga.
Pengawasan akan terus dilanjutkan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.(des*)












