Mengenal Lebih Dekat Honda CB dan Honda CG Series

Honda CB500F.
Honda CB500F.

Jakarta Sekilas, membedakan antara Honda CB dan Honda CG series memang cukup sulit. Karena varian CB lebih terkenal, kebanyakan orang awam akan menyebut keempat motor dalam foto utama di atas sebagai Honda CB. Dari tampilan, Honda CB100 dan CB125 memang sangat mirip dengan Honda CG110 dan CG125.

Menurut laman gridoto.com pada Senin (20/5/2024), konstruksi mesin antara kedua motor ini berbeda. Honda CB-series menggunakan konstruksi mesin Overhead Camshaft (OHC), teknologi yang masih digunakan hingga kini, yang ditandai dengan adanya rantai keteng. Namun, kedua motor ini tidak memiliki rantai keteng di dalam mesinnya.

Sebaliknya, pada mesin Honda CG-series, camshaft atau noken as ditempatkan di area silinder, bukan di kepala silinder seperti pada umumnya konstruksi OHC, baik SOHC maupun DOHC. Ada alasan khusus mengapa Honda memilih sistem OHV untuk mesin CG-series. Mesin dengan konstruksi OHC seperti yang digunakan pada CB-series lebih rentan mengalami kerusakan pada bearing noken as jika sering telat ganti oli.

Baca Juga  Transisi Kendaraan Listrik Melesat, Pemerintah Perketat Aturan Impor Mulai Tahun Depan

Sementara itu, mesin CG memang dirancang untuk tahan banting jika terjadi keterlambatan penggantian oli. Hal ini karena Honda CG awalnya diproduksi untuk wilayah Brasil, di mana sulit mendapatkan oli di daerah pedalaman hutan Amazon, sehingga sering kali telat ganti oli. Di Indonesia, seri Honda CG pertama kali muncul dengan varian CG110 pada tahun 1973, diikuti oleh CG125 pada tahun 1975. Popularitas Honda CG-series memang di bawah Honda CB-series yang sangat laris pada masanya.

Baca Juga  Nissan Tawarkan Paket Pemisahan Sukarela di AS

Dengan informasi ini, Anda dapat mengetahui perbedaan antara kedua motor tersebut.(BY)