7 Manfaat Makanan Fermentasi untuk Kesehatan, dari Menjaga Usus hingga Meningkatkan Imunitas

Makan kimchi bagus untuk kesehatan.
Makan kimchi bagus untuk kesehatan.

JakartaMakanan hasil fermentasi semakin diminati masyarakat. Produk seperti kimchi, yoghurt, kefir, kombucha, hingga tempe kini mudah dijumpai di supermarket maupun restoran. Popularitasnya meningkat seiring banyaknya penelitian yang menunjukkan kaitan antara konsumsi makanan fermentasi dengan kesehatan saluran pencernaan serta penurunan risiko berbagai penyakit.

Bahkan, dalam pembaruan pedoman gizi di Amerika Serikat, makanan fermentasi mulai direkomendasikan sebagai bagian dari pola makan sehat. Beberapa jenis yang disarankan antara lain kimchi, kefir, miso, dan sauerkraut karena dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan sistem pencernaan.

Lantas, apakah seluruh makanan fermentasi benar-benar memberikan manfaat bagi tubuh? Berikut penjelasannya berdasarkan berbagai hasil penelitian.

Apa yang Dimaksud Makanan Fermentasi?

Makanan fermentasi merupakan produk yang diolah melalui bantuan mikroorganisme, seperti bakteri, ragi, atau jamur. Selama proses tersebut, mikroorganisme mengubah kandungan alami dalam bahan pangan sehingga menghasilkan rasa khas sekaligus memperpanjang masa simpan.

Beberapa contoh makanan dan minuman fermentasi yang banyak dikonsumsi meliputi:

Yoghurt
Kefir
Kimchi
Sauerkraut
Miso
Tempe
Roti sourdough
Cuka apel
Kombucha

Tak hanya itu, proses fermentasi juga digunakan dalam pengolahan biji kakao sebelum menjadi cokelat serta pada beberapa jenis kopi.

Beragam Manfaat Makanan Fermentasi

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan fermentasi berpotensi memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan, meski para ahli menilai bukti ilmiahnya masih terus berkembang.

1. Menjaga keseimbangan mikrobiota usus

Salah satu manfaat yang paling banyak diteliti adalah kemampuannya mendukung kesehatan usus. Studi pada tahun 2021 terhadap 36 orang dewasa menemukan bahwa konsumsi makanan fermentasi selama 10 minggu meningkatkan keragaman bakteri baik di dalam usus.

Baca Juga  Tak Disangka, Ini Dampak Konsumsi Gula Berlebihan pada Tubuh

Semakin beragam mikrobiota usus, semakin baik pula kaitannya dengan metabolisme tubuh serta penurunan risiko berbagai penyakit kronis.

2. Membantu meredakan peradangan

Dalam penelitian yang sama, peserta yang rutin mengonsumsi yoghurt, kimchi, dan kombucha mengalami penurunan penanda inflamasi dalam darah.

Peradangan kronis diketahui berkaitan dengan sejumlah penyakit, termasuk diabetes, gangguan jantung, hingga penyakit autoimun.

3. Mendukung kesehatan metabolisme

Sejumlah studi observasional menemukan adanya hubungan antara konsumsi makanan fermentasi dengan kondisi metabolik yang lebih baik, seperti:

tekanan darah lebih terkendali,
lingkar pinggang yang lebih kecil,
kadar trigliserida lebih rendah,
sensitivitas insulin yang lebih baik.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hubungan tersebut belum membuktikan makanan fermentasi sebagai penyebab utama manfaat tersebut.

4. Berpotensi membantu mengontrol berat badan

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi yoghurt berkaitan dengan risiko kenaikan berat badan yang lebih rendah.

Sementara itu, kimchi disebut memiliki hubungan dengan angka obesitas yang lebih rendah. Namun, hasil tersebut masih membutuhkan penelitian lanjutan dalam skala yang lebih besar.

5. Mempermudah penyerapan nutrisi

Fermentasi membuat sejumlah senyawa dalam makanan lebih mudah dipecah sehingga lebih gampang dicerna tubuh.

Sebagai contoh, kadar laktosa pada yoghurt dan kefir lebih rendah dibanding susu biasa sehingga lebih mudah dikonsumsi sebagian orang yang memiliki intoleransi laktosa.

Baca Juga  Penumpang Ungkap Maskapai dengan Makanan Terburuk di Penerbangan

Roti sourdough juga mengalami perubahan pada kandungan glutennya sehingga lebih mudah dicerna. Namun, makanan ini tetap tidak dianjurkan bagi penderita penyakit celiac.

Selain itu, proses fermentasi dapat meningkatkan penyerapan sejumlah mineral penting, seperti kalsium, zat besi, magnesium, dan seng.

6. Meningkatkan kandungan vitamin

Selama proses fermentasi, mikroorganisme mampu menghasilkan atau meningkatkan kadar beberapa vitamin, di antaranya vitamin B12, folat, riboflavin, serta vitamin K.

Hal ini membuat nilai gizi makanan fermentasi menjadi lebih baik dibandingkan bahan bakunya.

7. Berpotensi memperkuat sistem kekebalan tubuh

Para ilmuwan juga menduga bakteri baik dalam makanan fermentasi berperan membantu sistem imun mengenali mikroorganisme yang bermanfaat maupun yang berpotensi menimbulkan penyakit.

Mekanisme tersebut diyakini dapat mendukung respons imun sekaligus membantu mengurangi peradangan. Meski demikian, manfaat ini masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui penelitian pada manusia.(BY)