Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, terus berupaya menjaga kelestarian budaya lokal dengan menggelar Festival Maantaan Sambareh ka Rumah Mintuo, sebuah tradisi mengantarkan serabi ke rumah mertua yang menjadi bagian dari rangkaian Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengatakan derasnya arus globalisasi dan modernisasi membuat sejumlah tradisi daerah mulai ditinggalkan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga warisan budaya agar tetap lestari.
Menurutnya, generasi muda, bundo kanduang, serta niniak mamak memiliki peran penting dalam memastikan tradisi yang menjadi identitas masyarakat Pariaman tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Yota mengungkapkan, tradisi Maantaan Sambareh dulunya menjadi momen yang selalu dinanti masyarakat.
Bahkan, saat masih kecil, ia mengaku selalu menunggu datangnya “Bulan Sambareh” karena identik dengan pembuatan dan pembagian serabi, makanan khas berbahan tepung beras.
Namun kini, tradisi tersebut semakin jarang dilakukan dan kuliner khas itu pun mulai sulit ditemukan.
Ia menjelaskan, kegiatan mengantarkan sambareh ke rumah mertua bukan sekadar prosesi adat, tetapi memiliki makna yang mendalam sebagai simbol penghormatan, keikhlasan, dan penguatan hubungan kekeluargaan. Oleh sebab itu, tradisi tersebut diharapkan dapat kembali dihidupkan, terutama di kalangan generasi muda.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, menyebutkan tradisi Maantaan Sambareh ka Rumah Mintuo memiliki nilai budaya yang tinggi sehingga berpeluang diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda kepada pemerintah pusat.
Di sisi lain, Sekretaris Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Pariaman, Priyaldi, mengatakan festival tahun ini diikuti 17 kelompok masyarakat yang terdiri dari Bundo Kanduang hingga pelajar tingkat SMA/sederajat.
Setiap kelompok beranggotakan sekitar 50 peserta dan masing-masing membawa 50 buah serabi dalam arak-arakan budaya yang berlangsung meriah.
Festival Maantaan Sambareh ka Rumah Mintuo menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026 yang diselenggarakan pada 16 hingga 28 Juni 2026 sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Pariaman dalam melestarikan tradisi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas.(des*)












