Sport  

KTM Dinilai Lebih Kompetitif, Veda Tetap Mampu Bersaing

Pembalap asal Malaysia, Hakim Danish di Moto3 2026.
Pembalap asal Malaysia, Hakim Danish di Moto3 2026.

KUALA LUMPUR – Mantan pembalap Malaysia, Zulfahmi Khairuddin, menilai motor KTM yang digunakan Hakim Danish di ajang Moto3 2026 memiliki kualitas keseluruhan yang lebih baik dibandingkan Honda tunggangan pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama.

Meski demikian, menurut Zulfahmi, Honda memiliki keunggulan tersendiri pada karakter sirkuit tertentu. Salah satunya adalah Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, yang memiliki banyak tikungan berkecepatan tinggi.

Penilaian tersebut muncul setelah persaingan sengit antara Hakim Danish dan Veda Ega pada seri Moto3 Malaysia 2026, Minggu (1/11/2026).

Bermain di hadapan publik sendiri, Danish belum berhasil mengungguli Veda hingga balapan berakhir. Pembalap Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia itu sukses mengamankan posisi kedua, sedangkan Danish dari tim Aeon Credit-MT Helmets-MSI harus menyelesaikan lomba di peringkat keempat setelah kehilangan peluang naik podium.

Dikutip dari New Straits Times, Rabu (4/11/2026), Zulfahmi menjelaskan bahwa persaingan KTM dan Honda sangat dipengaruhi oleh karakteristik lintasan.

Ia menilai KTM mempunyai performa kompetitif, tetapi Honda mampu memberikan perlawanan kuat di sirkuit yang tidak terlalu banyak memiliki tikungan gigi satu.

Baca Juga  Strategi Shin Tae-yong, Tiga Kunci untuk Kemenangan Timnas Indonesia Lawan Irak

Honda Punya Keunggulan di Sepang

Zulfahmi menyebut karakter lintasan Sepang yang didominasi sejumlah tikungan berkecepatan tinggi menjadi salah satu faktor yang menguntungkan Honda.

Menurutnya, keunggulan tersebut juga pernah terlihat pada musim sebelumnya ketika pembalap Honda, Taiyo Furusato, berhasil meraih kemenangan di Sepang dengan jarak yang cukup jauh dari para pesaingnya.

Pengalaman serta kumpulan data yang dimiliki Honda di sirkuit tersebut turut menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan.

Terkait perkembangan kompetisi Moto3 musim mendatang, Zulfahmi memperkirakan peta kekuatan kedua pabrikan belum akan mengalami perubahan besar.

Hal itu berkaitan dengan kebijakan pembekuan pengembangan teknologi Moto3 hingga 2028. Dengan aturan tersebut, masing-masing pabrikan diperkirakan masih mengandalkan karakter dan kemampuan motor yang tidak jauh berbeda dari musim ini.

Walaupun Honda mampu menunjukkan keunggulan pada lintasan tertentu, Zulfahmi tetap menempatkan KTM sebagai motor dengan paket performa yang lebih baik secara keseluruhan.

Berharap Hakim Danish Kembali Naik Podium

Keunggulan KTM juga terlihat dari pencapaian mereka sepanjang kompetisi Moto3 musim 2026. Pabrikan asal Austria itu telah memastikan gelar juara dunia konstruktor sebelum musim berakhir.

Baca Juga  Veda Ega Pratama Berjuang Keras di Moto3 Aragon, Quiles Keluar sebagai Juara

Pencapaian tersebut semakin memperkuat posisi KTM sebagai salah satu kekuatan utama dalam persaingan kelas Moto3.

Zulfahmi yang telah mendampingi sekaligus menangani perjalanan karier Hakim Danish sejak 2020 berharap pembalap berusia 19 tahun tersebut mampu mempertahankan performa positifnya.

Ia ingin Danish terus menunjukkan daya saing dan kembali bersaing untuk memperebutkan podium dalam tiga seri terakhir musim ini.

Kesempatan berikutnya bagi Danish untuk memperbaiki hasil balapan akan hadir pada seri Grand Prix Qatar yang dijadwalkan berlangsung mulai Jumat (6/11/2026).

Dengan persaingan yang semakin ketat menjelang akhir musim, Danish diharapkan mampu memaksimalkan potensi KTM sekaligus membuktikan kemampuannya menghadapi para pembalap terbaik di kelas Moto3.(YU)