Sumbar  

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Sejumlah Wilayah

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Kota Padang, Sumatera Barat, berpotensi diguyur hujan ringan pada Sabtu (17/10/2026).

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan perkembangan cuaca sebelum menjalankan aktivitas, khususnya saat bepergian maupun melakukan kegiatan di luar ruangan.

Dalam informasi prakiraan cuaca Indonesia yang disampaikan BMKG melalui presenter Suvia, hujan ringan juga berpeluang terjadi di sejumlah kota di Sumatera, seperti Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, dan Tanjung Pinang.

Sementara itu, Bengkulu dan Bandar Lampung diprakirakan mengalami cuaca berawan tebal. Kondisi udara kabur berpotensi terjadi di Jambi dan Pangkal Pinang, sedangkan Palembang diperkirakan mengalami kabut atau asap.

BMKG turut mengidentifikasi dua sirkulasi siklonik, masing-masing di Samudra Hindia sebelah barat Aceh dan Laut Cina Selatan, tepatnya di selatan Vietnam.

Keberadaan kedua sistem tersebut memicu terbentuknya daerah perlambatan serta pertemuan angin di beberapa kawasan, meliputi pesisir barat Aceh, Laut Natuna Utara, pesisir selatan Vietnam, dan wilayah di sekitar pusat sirkulasi.

Kondisi tersebut berpotensi mendukung pembentukan awan hujan sehingga perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.

Pontianak Berpotensi Dilanda Hujan Petir

Untuk wilayah Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hujan ringan diperkirakan terjadi di Serang. Sementara itu, Jakarta berpotensi mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan tebal.

Baca Juga  Pria di Payakumbuh Tewas Tertembak Senapan Angin, Polisi Usut Pelaku

Kondisi berawan hingga berawan tebal juga berpeluang terjadi di Semarang, Bandung, Surabaya, Denpasar, Mataram, dan Kupang. Adapun Yogyakarta diprakirakan mengalami udara kabur.

Di Kalimantan, BMKG meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan hujan disertai petir di Pontianak. Hujan ringan berpotensi mengguyur Palangkaraya, Tanjung Selor, dan Samarinda. Sementara itu, Banjarmasin berpeluang mengalami kondisi udara kabur atau berasap.

Beralih ke Pulau Sulawesi, hujan ringan diperkirakan terjadi di Mamuju. Makassar, Kendari, dan Gorontalo berpotensi mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal. Adapun Palu diprakirakan mengalami udara kabur, sedangkan Manado berpotensi diselimuti kabut atau asap.

Di kawasan Maluku dan Papua, hujan ringan berpeluang terjadi di Sorong, Manokwari, Nabire, dan Jayapura. Sementara itu, Ternate, Ambon, Jayawijaya, dan Merauke diprakirakan mengalami udara kabur.

Waspadai Gelombang Tinggi dan Banjir Rob

Selain prakiraan cuaca daratan, BMKG mengingatkan nelayan serta pengguna transportasi laut untuk berhati-hati terhadap potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Gelombang tersebut berpeluang terjadi di Samudra Hindia sebelah barat Lampung serta Samudra Hindia bagian selatan, mulai dari Banten hingga Jawa Barat.

Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir juga diminta memperhatikan kondisi pasang air laut. Potensi banjir rob perlu diantisipasi di pesisir Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Maluku.

Baca Juga  Sumbar Raih 9 Penghargaan pada Anugerah Adinata Syariah 2023

Bagi pengguna transportasi udara, BMKG turut mengingatkan adanya potensi awan cumulonimbus atau awan konvektif yang dapat memicu cuaca buruk di sejumlah wilayah. Daerah yang perlu mendapat perhatian meliputi Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Papua, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Samudra Hindia sebelah barat Aceh hingga Kepulauan Nias, bagian utara Selat Karimata, serta Samudra Pasifik di sebelah utara Maluku.

Penumpang pesawat disarankan untuk terus mengikuti informasi dari pihak bandara dan maskapai penerbangan guna mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat memengaruhi perjalanan.

BMKG juga menegaskan bahwa meskipun kondisi kering masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tetap berpotensi turun secara lokal. Ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) juga masih perlu diwaspadai.

Masyarakat diharapkan tetap waspada, menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi cuaca, serta memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG.(des*)