Jakarta — Upaya pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda masih belum menemukan hasil. Memasuki hari kesembilan operasi, tim SAR memperluas penyisiran dengan membagi wilayah pencarian menjadi delapan sektor laut yang mencakup area sekitar 3.439 mil laut persegi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan sejumlah armada SAR dikerahkan untuk menyisir sektor-sektor yang telah ditentukan.
Salah satunya KN SAR Basudewa yang melakukan penyisiran dari sekitar Pulau Sebesi menuju arah tenggara Tanggamus. Armada tersebut telah melakukan pencarian selama sekitar 10 jam, namun belum menemukan petunjuk mengenai keberadaan delapan korban.
“Melakukan pencarian kurang lebih sekitar 10 jam dengan hasil nihil,” ujar Amrad dalam konferensi pers, Rabu (16/9/2026).
Sementara itu, KRI Leuser bergerak dari Dermaga Ciwandan untuk melakukan pencarian ke arah Samudra Hindia. Penyisiran di wilayah barat Gunung Anak Krakatau juga dilakukan oleh KN SAR Antasena bersama KRI Lepu.
Untuk sektor E, pencarian melibatkan RIB 02 Lampung dan KAL Pohawang. Kedua armada tersebut menyisir hingga kawasan Teluk Kalianda, Lampung, sebelum kembali menuju Dermaga Bakauheni.
“Untuk sektor E ada RIB 02 Lampung dan KAL Pohawang yang melakukan pencarian hingga Teluk Kalianda Lampung, kemudian kembali ke Dermaga Bakauheni,” kata Amrad.
Penyisiran di sektor lain turut melibatkan armada milik kepolisian dan TNI Angkatan Laut. Tim bergerak dari wilayah barat Gunung Anak Krakatau dan menyisir perairan hingga kembali ke Dermaga Pulau Tunda.
“Untuk sektor F itu ada KP 2016, KP 2013, KP 1010, KP 1012, KP 1007, KP 1003, dan KP URC Chan. Pencarian dilakukan ke arah barat Gunung Anak Krakatau hingga kembali ke Dermaga Pulau Tunda,” jelasnya.
Selain wilayah Selat Sunda, Kantor SAR Bengkulu juga melakukan pencarian dengan menyisir sekitar Pulau Enggano serta garis pantai Bengkulu. Namun, hasil pencarian di wilayah tersebut juga belum menemukan keberadaan delapan orang yang dicari.
Amrad menambahkan, informasi dari Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) mengenai kapal-kapal yang melintas di jalur pelayaran Selat Sunda juga belum memberikan petunjuk.
“Hasil broadcast dari SROP dan KSOP menyatakan nihil dari kapal-kapal yang melintasi jalur pelayaran Selat Sunda,” tuturnya.
Sebelumnya, kapal yang membawa delapan orang tersebut diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Perjalanan diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua jam.
Namun, sekitar pukul 14.42 WIB, kapal tersebut dilaporkan kehilangan kontak saat berada di antara perairan Carita dan Gunung Anak Krakatau.
Delapan orang yang berada di dalam kapal terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru. Mereka adalah Yudistiro Pranoto, jurnalis sekaligus pewarta foto iNews; Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency; Donal Husni, jurnalis freelance; M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Antara; Arie Basuki, pewarta foto Merdeka.com; serta Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.(des*)












