Jakarta – Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan tragis yang melibatkan sebuah mobil pikap pengangkut rombongan pengantar pengantin di Jalur Pantura, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, bertambah menjadi 12 orang. Selain itu, enam korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat mengalami luka-luka.
Seluruh jenazah korban telah dipulangkan ke rumah masing-masing dan diserahkan kepada pihak keluarga pada Minggu (12/7/2026) malam. Para korban diketahui berasal dari Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, serta Desa Kiajaran Kulon, Kabupaten Indramayu.
Sebagian besar korban merupakan warga yang tinggal dalam satu lingkungan dan masih memiliki hubungan kekeluargaan. Bahkan, di antara korban terdapat pasangan ayah dan anak.
Kepala Desa Cempeh, Carkana, menjelaskan bahwa rombongan tersebut baru saja mengantar pengantin sebelum mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang.
Menurutnya, insiden terjadi ketika kendaraan yang mereka tumpangi berusaha memutar arah usai kembali dari lokasi acara pernikahan. Ia juga menyebutkan bahwa hampir seluruh korban berasal dari satu RT sehingga musibah tersebut menjadi duka mendalam bagi warga setempat.
Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat, menerangkan bahwa kecelakaan bermula saat mobil pikap yang dikemudikan Warkidi hendak berbalik arah. Pada saat bersamaan, sebuah truk boks yang melaju dari belakang menabrak bagian belakang pikap hingga kendaraan itu terdorong ke depan.
Akibat benturan tersebut, mobil pikap masuk ke jalur berlawanan dan kembali dihantam truk Mitsubishi yang datang dari arah Jawa menuju Jakarta. Rangkaian tabrakan itu menyebabkan para penumpang yang berada di bak terbuka terpental ke badan jalan.
Korban meninggal dunia umumnya mengalami luka berat di bagian kepala dan tubuh akibat benturan keras. Sementara enam korban lainnya masih mendapatkan penanganan intensif di Rumah Sakit Mitra Plumbon Indramayu karena mengalami patah tulang dan luka robek.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga pengemudi truk boks kurang mengantisipasi manuver mobil pikap yang hendak berputar arah. Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih didalami oleh penyidik.
Saat ini, sopir truk boks telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan. Polisi juga terus mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut yang kini ditangani Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Indramayu.(des*)












