Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan menjalin kemitraan dengan PT Pertamina (Persero) guna memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui program pelatihan vokasi di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman serta perjanjian teknis terkait pengembangan tenaga kerja dan pelatihan K3 yang digelar di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai peningkatan kompetensi tenaga kerja masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia agar mampu bersaing secara global. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri agar pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi bersama Direktur SDM Pertamina Andy Arvianto. Sementara itu, kerja sama teknis dijalankan oleh Direktorat Jenderal Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker dengan Pertamina Corporate University.
Yassierli menyebut sinergi ini sebagai langkah strategis untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih kuat, terutama dalam menciptakan tenaga kerja yang memiliki keterampilan relevan dan mampu beradaptasi dengan perubahan industri.
Ia juga mendorong Pertamina untuk terus menjadi contoh dalam pengembangan SDM, hubungan industrial, serta peningkatan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan.
Di sisi lain, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menegaskan pentingnya kolaborasi ini, mengingat tingginya tuntutan operasional dalam menjaga ketahanan energi nasional. Menurutnya, keberhasilan operasional perusahaan tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga kualitas SDM yang menjalankan seluruh proses bisnis.
Ia menjelaskan bahwa ratusan ribu pekerja di lingkungan Pertamina Group berperan penting dalam menjaga produksi dan distribusi energi setiap hari. Karena itu, dibutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga disiplin dan menjunjung tinggi budaya keselamatan kerja.
Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan berharap kerja sama ini dapat menjadi fondasi dalam membangun pusat pengembangan kompetensi K3 yang berstandar nasional bahkan regional.
Ke depan, ia menilai peluang kolaborasi dapat diperluas untuk mendukung pengembangan talenta di bidang transformasi industri, digitalisasi, hingga transisi energi menuju visi Indonesia Emas 2045.(BY)












