Permintaan Obligasi Danantara Tembus USD 4,6 Miliar, Oversubscribed 4 Kali Lipat

Surat Utang Danantara Laku Keras, Istana: Bukti Kepercayaan Investor.
Surat Utang Danantara Laku Keras, Istana: Bukti Kepercayaan Investor.

JakartaPemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kepercayaan pelaku pasar dan investor melalui berbagai langkah kebijakan, mulai dari peningkatan iklim investasi, percepatan deregulasi, hingga dorongan hilirisasi dan industrialisasi.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Ia menyebutkan bahwa penerbitan obligasi global (global bond) oleh Danantara Indonesia menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia.

Menurutnya, permintaan yang tinggi terhadap obligasi tersebut dari berbagai kawasan seperti Amerika, Eropa, dan Asia menunjukkan respons positif pasar global.

Prasetyo juga menyampaikan apresiasi atas kinerja pihak terkait dalam proses tersebut. Ia menilai capaian itu patut disyukuri karena mencerminkan kepercayaan dunia internasional yang terus menguat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas ekonomi nasional. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat nilai mata uang, persepsi publik, serta kepercayaan pasar.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya reformasi regulasi. Penyederhanaan perizinan menjadi salah satu fokus agar investasi lebih mudah masuk dan ekosistem ekonomi semakin kompetitif.

Prasetyo menambahkan bahwa agenda hilirisasi dan industrialisasi terus didorong sebagai strategi jangka panjang. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus meningkatkan nilai tambah dari sumber daya dalam negeri.

Baca Juga  Inarno Djajadi, 182.293 Ton CO2e Telah Ditransaksikan melalui Bursa Karbon

Ia juga mengajak seluruh pihak, baik masyarakat maupun pelaku usaha, untuk menjaga stabilitas dan memperkuat kerja sama demi pemulihan serta penguatan ekonomi nasional.

Danantara Catat Penerbitan Global Bond USD 1,5 Miliar

Di sisi lain, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menjelaskan bahwa penerbitan obligasi global perdana perusahaan tersebut melampaui target awal.

Ia mengatakan, rencana awal sebesar USD 1 miliar meningkat menjadi USD 1,5 miliar setelah permintaan investor (book building) mencapai sekitar USD 4,6 miliar, yang menunjukkan minat yang sangat kuat dari pasar.

Obligasi tersebut dibagi dalam dua tenor, yakni 5 tahun dan 10 tahun, masing-masing senilai USD 750 juta.

Rosan juga menyebutkan bahwa proses penerbitan mendapat sambutan positif dari berbagai kunjungan ke pusat keuangan dunia seperti Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York. Dalam rangkaian tersebut, pihaknya bertemu dengan lebih dari 100 investor global.

Dari sisi imbal hasil, obligasi tenor 5 tahun ditetapkan sekitar 5,35 persen, sedangkan tenor 10 tahun berada di level 5,95 persen. Menurutnya, angka tersebut tergolong kompetitif dan mencerminkan kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Baca Juga  BPI Danantara Reformasi Kompensasi BUMN, Tantiem Komisaris Ditiadakan

Ia juga mengungkapkan bahwa dana hasil penerbitan obligasi sudah mulai diproses, dengan sebagian transaksi bahkan telah selesai dilakukan dan dana diperkirakan masuk dalam waktu dekat setelah penandatanganan.

Ke depan, Danantara membuka peluang untuk menerbitkan obligasi dengan tenor lebih panjang, bahkan hingga 30 tahun, seiring tingginya minat investor dan stabilnya prospek ekonomi Indonesia.

Rosan juga menyoroti komposisi investor, di mana porsi terbesar berasal dari Amerika Serikat, disusul Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Menurutnya, hal ini menjadi catatan penting karena menunjukkan perubahan pola minat investor global terhadap Indonesia.(BY)