Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa bank-bank penyalur tetap menjadi ujung tombak distribusi bantuan sosial (bansos), meskipun pemerintah mulai menguji mekanisme baru melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Sebagai tahap awal, Kementerian Sosial akan melakukan uji coba penyaluran bansos di 900 gerai KDMP yang telah beroperasi. Program percontohan tersebut merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 yang mengatur integrasi layanan sosial dengan KDMP.
Gus Ipul menjelaskan, uji coba dilakukan bersamaan dengan proses penyaluran bansos triwulan III. Menurutnya, pemerintah akan mengevaluasi hasil simulasi tersebut sebelum memutuskan langkah berikutnya. Dalam pelaksanaannya, layanan di KDMP tetap dijalankan oleh agen yang berasal dari perbankan.
Ia menegaskan, sistem penyaluran bantuan saat ini belum mengalami perubahan. Penyaluran tetap mengacu pada aturan yang berlaku, yakni melalui bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun PT Pos Indonesia.
Dalam skema baru ini, bank Himbara akan menghadirkan agen layanan di setiap KDMP yang menjadi lokasi uji coba. Seluruh proses administrasi dan pengelolaan data penerima manfaat tetap berada di bawah kendali perbankan, sedangkan KDMP hanya berfungsi sebagai titik pelayanan agar masyarakat desa lebih mudah memperoleh bantuan.
Menurut Gus Ipul, kehadiran KDMP di tingkat desa diharapkan memangkas jarak tempuh masyarakat dalam mengakses bansos sehingga proses pencairan menjadi lebih praktis dan efisien.
Ia juga memastikan belum ada rencana pengalihan penuh penyaluran bansos kepada KDMP. Opsi tersebut baru dapat diterapkan apabila terdapat perubahan regulasi di masa mendatang. Hingga kini, Himbara masih menjadi penyalur resmi bantuan sosial pemerintah.
Selain Himbara, PT Pos Indonesia tetap memiliki tanggung jawab dalam menjangkau penerima manfaat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Layanan Pos Indonesia juga tetap diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti lanjut usia dan penyandang disabilitas berat, melalui sistem pengantaran langsung ke rumah.
Program bantuan yang disalurkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bantuan sembako.
Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul turut mengungkap empat langkah strategis Kemensos yang akan dikembangkan bersama KDMP. Pertama, mendorong keluarga penerima manfaat menjadi anggota koperasi. Kedua, membuka akses pemasaran bagi produk usaha milik penerima manfaat melalui jaringan KDMP.
Selanjutnya, penyaluran bansos akan diarahkan secara bertahap memanfaatkan jaringan KDMP sesuai perkembangan regulasi. Terakhir, penerima manfaat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan berbelanja di KDMP yang berada di desa masing-masing.
Melalui integrasi tersebut, pemerintah berharap layanan bantuan sosial semakin mudah dijangkau masyarakat, penyaluran menjadi lebih efektif, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.(BY)












