Jarak Tempuh Mobil Listrik Bisa Anjlok hingga 39% Saat Cuaca Dingin

Penelitian Ungkap Cuaca Dingin Bikin Jarak Tempuh Mobil Listrik Turun hingga 39%.
Penelitian Ungkap Cuaca Dingin Bikin Jarak Tempuh Mobil Listrik Turun hingga 39%.

Jakarta – Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa kondisi cuaca memiliki pengaruh besar terhadap performa dan jarak tempuh kendaraan listrik maupun hybrid. Baik suhu panas ekstrem maupun dingin dapat menurunkan efisiensi energi secara signifikan.

Temuan ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh AAA, yang menguji tiga unit mobil listrik dan tiga mobil hybrid dalam kondisi laboratorium terkontrol. Pengujian dilakukan menggunakan dynamometer, yaitu alat yang mensimulasikan kondisi berkendara di jalan seperti “lari di atas treadmill” dalam ruangan tertutup.

Dalam eksperimen tersebut, sistem pendingin udara dan pemanas kendaraan diatur pada suhu nyaman 72 derajat Fahrenheit atau sekitar 22 derajat Celsius. Sementara itu, suhu lingkungan ruang uji diubah menjadi tiga kondisi berbeda, yakni 20°F (-6,7°C) yang mewakili musim dingin ekstrem, 75°F (23,9°C) sebagai kondisi normal, dan 95°F (35°C) untuk suhu panas tinggi.

Baca Juga  Permendagri 2026, Pajak Kendaraan Listrik Kini Berlaku, Ada Skema Insentif

Hasilnya, dengan patokan suhu normal, kendaraan listrik mengalami penurunan jarak tempuh rata-rata sekitar 8,5% pada suhu panas 35°C, yang setara dengan penurunan efisiensi sekitar 10,4%. Sementara itu, kendaraan hybrid menunjukkan penurunan efisiensi bahan bakar sekitar 12% pada kondisi serupa.

Dampak yang lebih besar terlihat pada suhu dingin. Pada kondisi -6°C, kendaraan listrik kehilangan efisiensi hingga 35,6%, yang berujung pada penurunan jarak tempuh rata-rata sekitar 39%. Kendaraan hybrid juga terdampak cukup serius dengan penurunan efisiensi bahan bakar mencapai 22,8%.

Direktur Teknik dan Riset Otomotif AAA, Greg Brannon, menyebut hasil ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik memang paling optimal bekerja pada suhu sedang. Namun, penurunan performa di suhu dingin ternyata lebih besar dari perkiraan, bahkan pada kendaraan hybrid.

Baca Juga  Billy HPM, Pembeli Pertama Butuh Ketenangan, Bukan Sekadar Harga Murah

Ia menambahkan bahwa calon pengguna perlu mempertimbangkan kondisi iklim, biaya energi, serta pola penggunaan kendaraan sebelum memilih jenis mobil yang paling sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.(BY)