Padang  

BPS Rilis Data Terbaru, Penduduk Sumbar Naik dengan Pertumbuhan 1,41 Persen

Ilustrasi.
Ilustrasi.

PadangBadan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat merilis hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, sebuah pendataan yang dilakukan di antara dua sensus untuk memperbarui berbagai indikator kependudukan terbaru.

Dari hasil survei tersebut, jumlah penduduk Sumatera Barat pada 2025 tercatat mencapai 5.920.700 jiwa. Angka ini meningkat dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2010 yang mencatat 4.846.910 jiwa.

Dalam lima tahun terakhir, laju pertumbuhan penduduk di provinsi ini berada di angka rata-rata 1,41 persen per tahun.

Untuk indikator lainnya, angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) berada di level 2,39, menunjukkan tren penurunan dibandingkan hasil sebelumnya. Sementara itu, angka kematian bayi (Infant Mortality Rate/IMR) juga terus membaik dengan penurunan hingga mencapai 14,58.

Dari sisi komposisi penduduk, jumlah laki-laki di Sumatera Barat mencapai 2.982.930 jiwa atau sekitar 50,38 persen, sedangkan perempuan sebanyak 2.937.770 jiwa atau 49,62 persen. Dengan komposisi tersebut, rasio jenis kelamin tercatat sebesar 102, yang berarti terdapat sekitar 102 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.

Baca Juga  Gubernur dan PLN Bahas Kesiapan Listrik untuk Pembangunan Sumbar

SUPAS 2025 juga menyoroti peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia). Persentasenya naik dari 10,46 persen pada 2020 menjadi 12,01 persen pada 2025. Hal ini menandakan bahwa Sumatera Barat telah memasuki fase penuaan penduduk, mengacu pada standar internasional yang menetapkan ambang minimal 10 persen untuk kelompok usia 60 tahun ke atas.

Distribusi lansia pun bervariasi di setiap daerah. Kabupaten Tanah Datar mencatat persentase lansia tertinggi sebesar 15,93 persen, disusul Kabupaten Agam 14,61 persen dan Kota Sawahlunto 13,09 persen. Di sisi lain, angka terendah terdapat di Kabupaten Kepulauan Mentawai sebesar 7,99 persen, kemudian Kabupaten Pasaman Barat 8,69 persen, dan Kabupaten Dharmasraya 9,32 persen.

Selain itu, survei ini juga mengungkap sumber utama penghidupan lansia di Sumatera Barat. Mayoritas lansia bergantung pada dukungan keluarga, seperti pasangan, anak, maupun kerabat, dengan proporsi mencapai 49,66 persen. Sumber lainnya berasal dari pekerjaan atau pendapatan pribadi sebesar 35,39 persen.

Baca Juga  Tingkat Inflasi Ranah Minang Meningkat, Mendagri Tekankan Peningkatan Suplai Barang

Adapun sisanya berasal dari dana pensiun (10,68 persen), bantuan sosial atau jaminan sosial (2,36 persen), serta sumber lain sebesar 1 persen. Sementara kontribusi dari tabungan dan investasi menjadi yang paling kecil, yakni hanya 0,92 persen.(des*)