Padang  

Kebutuhan Sapi Kurban Padang Capai 8.000 Ekor

Jelang Idul Adha 2026, Stok Sapi di Padang Baru Penuhi 30 Persen Kebutuhan
Jelang Idul Adha 2026, Stok Sapi di Padang Baru Penuhi 30 Persen Kebutuhan

Padang – Menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026, stok hewan kurban di Kota Padang belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara mandiri. Pemerintah daerah masih harus mengandalkan suplai sapi dari luar wilayah.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yulianti, menyebutkan bahwa kebutuhan sapi kurban setiap tahunnya di kota tersebut mencapai sekitar 8.000 ekor. Namun, jumlah yang tersedia di dalam kota hanya berkisar 3.000 ekor.

“Total kebutuhan sekitar 8.000 ekor, sementara yang ada di dalam kota hanya sekitar 3.000 ekor,” ungkapnya pada Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa sapi-sapi tersebut berasal dari 64 lokasi penampungan yang tersebar di berbagai kawasan Kota Padang. Meski demikian, sebagian dari ternak itu juga didatangkan dari luar daerah seperti Medan dan Nusa Tenggara Timur.

Untuk menutupi kekurangan sekitar 5.000 ekor, pasokan didatangkan dari beberapa wilayah di Sumatera Barat, di antaranya Batusangkar, Padang Pariaman, dan Solok Selatan.

Secara keseluruhan, hanya sekitar 30 persen kebutuhan sapi kurban yang dapat dipenuhi dari dalam Kota Padang, sedangkan 70 persen lainnya masih bergantung pada daerah lain.

Baca Juga  Kentang dan 4 Tersangka Lain Ditangkap Satresnarkoba Padang

“Kurang lebih hanya 30 persen yang berasal dari dalam kota, sisanya sekitar 70 persen dipasok dari luar,” tegasnya.

Meski ketergantungan terhadap daerah lain masih tinggi, Dinas Pertanian memastikan seluruh hewan kurban yang masuk tetap diawasi secara ketat, terutama dari sisi kesehatan. Hewan yang terindikasi sakit akan segera ditangani dan diobati sebelum dinyatakan layak untuk dikurbankan.

Langkah pencegahan penyakit, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), juga terus dilakukan melalui program vaksinasi yang sudah berjalan sejak tahun sebelumnya.

Selain itu, masyarakat diimbau agar lebih teliti dalam memilih hewan kurban. Yoice mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi fisik hewan, seperti tidak tampak lemas, tidak cacat, serta bebas dari gejala penyakit.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain adanya cairan yang keluar dari hidung, telinga, atau anus. Kondisi bulu juga menjadi indikator, di mana hewan sehat biasanya memiliki bulu yang bersih dan berkilau.

Baca Juga  Sumbar Jadi Provinsi Layak Anak Berkat Komitmen dan Kolaborasi

Ia juga menegaskan bahwa hewan kurban harus memenuhi syarat usia minimal dua tahun, yang ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap. Selain itu, hewan yang dipilih sebaiknya berjenis kelamin jantan dan bukan betina yang masih produktif.

Untuk memastikan kelayakan tersebut, Dinas Pertanian Kota Padang akan melakukan pemeriksaan langsung ke seluruh tempat penampungan. Hewan yang dinyatakan sehat nantinya akan diberi tanda khusus dari Pemerintah Kota Padang sebagai bukti layak untuk dijadikan hewan kurban.(des*)