GMNI Peringati HUT ke-72, Tegaskan Peran Kader sebagai Penerus Perjuangan Bangsa

Jakarta – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang organisasi sekaligus penegasan tanggung jawab kader di tengah tantangan zaman.

Ketua Umum DPP GMNI, Sujahri Somar, dalam sambutannya menegaskan bahwa usia 72 tahun bukan sekadar angka, melainkan bukti ketangguhan organisasi dalam menghadapi dinamika sejarah.

“Tujuh puluh dua tahun adalah saksi dari kerja keras para senior, pengorbanan kader, serta keyakinan yang tidak pernah luntur untuk tetap mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya dalam perayaan HUT ke-72 GMNI di Gedung BPOM, Minggu (19/4/2026).

Sujahri menekankan bahwa kader GMNI saat ini bukan hanya penikmat sejarah, tetapi penerus estafet perjuangan. Ia mengingatkan pentingnya kesadaran akan tanggung jawab dalam menjaga dan menghidupkan semangat perjuangan organisasi.

“Kita berdiri di sini bukan sebagai tamu yang menikmati apa yang telah ada, tetapi sebagai penerus yang memiliki tanggung jawab besar,” tambahnya.

Mengutip pesan Soekarno, Sujahri mengajak generasi muda untuk berani bermimpi besar dan tidak takut menghadapi kegagalan.

Baca Juga  ASDP Gelar 84 Armada untuk Meningkatkan Konektivitas Ekonomi Daerah Terpencil

“Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang. Pesan ini mengandung makna bahwa generasi muda harus berani tampil dan berani mencoba,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan menuntut kader GMNI untuk adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai ideologis. Menurutnya, GMNI harus mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan bangsa.

“Sudah saatnya kita menunjukkan bahwa GMNI bukan hanya bagian dari sejarah masa lalu, tetapi juga menjadi jawaban atas persoalan bangsa hari ini,” tutup Sujahri.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Sudi S. Sinarmata, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian kegiatan HUT ke-72 GMNI.

“Ini adalah momen penting untuk memperkuat semangat juang dan persatuan di antara kita,” ujarnya.

Sudi menegaskan bahwa peringatan Dies Natalis tahun ini difokuskan pada kegiatan strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya kaum marhaen.

“Jika sebelumnya lebih bersifat seremonial, tahun ini kita arahkan pada program yang berpihak langsung kepada rakyat,” jelasnya.

Baca Juga  Harga Daging dan Cabai Rawit Kian Menggigit Jelang Lebaran

Ia juga kembali mengingatkan konsep Trisakti yang digagas oleh Soekarno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, sebagai landasan perjuangan GMNI.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, GMNI turut meluncurkan sejumlah produk strategis, termasuk buku bunga rampai yang digagas oleh bidang kaderisasi dan ideologi DPP GMNI.

“Peluncuran buku ini merupakan upaya intelektual organisasi dalam merespons persoalan bangsa sekaligus memperkuat basis ideologis kader,” tambah Sudi.

Peringatan HUT ke-72 GMNI diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta meneguhkan komitmen perjuangan dalam membela kepentingan rakyat dan menjaga persatuan dalam keberagaman.

 

(ard)