Pasaman, fativa.id – Setelah melakukan pencarian selama empat hari, jenazah korban banjir bandang di Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), berhasil ditemukan pada Jumat (18/4/2026) sekitar pukul 08.20 WIB pagi.
“Benar, jenazah korban Dewi Hayati (50), ditemukan berjarak sekitar delapan kilometer dari titik lokasi korban dilaporkan hanyut,” ujar Koordinator Pos SAR Pasaman Novi Yurandi.
Dikatakan, jenazah korban ditemukan di pinggir sungai Batang Masang Kampung Talam, Jorong Lungguak Batu, Nagari Koto Kaciak Barat, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman.
“Jenazah korban ditemukan oleh seorang warga bernama Olen, saat sedang mencari ikan di sekitar sungai Batang Masang Kampung Talam,” katanya
Ia menyebut, lokasi penemuan jenazah korban merupakan jalur aliran sungai dari titik lokasi awal korban dilaporkan hanyut terbawa arus banjir yang terjadi pada Selasa (14/4/2026) sore.
“Jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan dibantu masyarakat menuju Puskesmas Simpati, dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” sebutnya.
Sebelumnya, korban Meji Ardi (37) berhasil ditemukan tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia, berjarak sekitar satu kilometer dari titik lokasi korban hanyut pada Selasa (14/4) sekitar pukul 21.00 WIB.
“Kedua korban Dewi Hayati dan Meji Ardi merupakan warga Plasma IV Nagari Giri Maju, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat,” ucapnya.
Novi menerangkan, kedua korban bersama kerabat lainnya berada dalam satu mobil, berangkat dari Pasaman Barat menuju Kota Bukittinggi untuk menghadiri acara wisuda.
Sesampai di jembatan Nagari Alahan Mati, mobil yang ditumpangi oleh kedua korban terjebak arus banjir akibat luapan air sungai, karena tingginya curah hujan yang melanda daerah tersebut sejak sore hari.
“Di tengah antrian kendaraan yang terjebak banjir, kedua korban keluar dari mobil yang ditumpangi, sehingga korban hanyut terseret akibat derasnya luapan air di daerah itu,” jelasnya.
Ditambahkan, operasi pencarian resmi ditutup, tim SAR gabungan terdiri dari personel TNI, Polri, BPBD Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, serta dibantu Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari Alahan Mati dan masyarakat setempat.
“Terima kasih atas bantuan dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam melakukan pencarian sejak peristiwa banjir terjadi, sehingga kedua korban berhasil ditemukan,” pungkasnya. (Wisnu)












