Jakarta – Kapal RMS Titanic, yang dikenal sebagai kapal terbesar dan termewah pada awal abad ke-20, akhirnya mengungkapkan biaya pembuatannya yang mengagumkan. Kapal ini tenggelam tragis setelah menabrak gunung es di Samudra Atlantik Utara, menyebabkan kerusakan parah pada lambungnya. Biaya pembuatan kapal yang mencapai jumlah yang luar biasa, sekitar USD 7,5 juta atau sekitar Rp113.113.875.000 dengan kurs saat ini.
Titanic dibangun oleh perusahaan kapal Inggris, Harland and Wolff, di Belfast, Irlandia Utara, pada tahun 1909. Kapal yang memiliki panjang sekitar 269 meter (882 kaki) dan kecepatan jelajah sekitar 21 knot (39 kilometer per jam) ini memakan waktu tiga tahun untuk diselesaikan oleh lebih dari 3.000 pekerja yang bekerja keras.
Selama proses pembangunan, diperlukan sekitar 3 juta paku keling untuk membangun kapal yang sangat ikonik ini. Yang menarik, Titanic menggunakan campuran paku keling dari besi dan baja, sedangkan paku keling besi yang lebih lemah digunakan di bagian haluan kapal yang akhirnya menabrak gunung es.
Sayangnya, kesialan menimpa kapal mewah ini pada pelayaran perdananya dari Southampton, Inggris, menuju New York, Amerika Serikat. Kurang dari tiga jam setelah menabrak gunung es, Titanic tenggelam di lautan Atlantik yang dingin. Tragedi ini menyebabkan kematian sedikitnya 1.500 orang dari total 2.200 penumpang yang ada.
Hingga saat ini, kapal Titanic tetap memiliki dampak besar dalam sejarah pelayaran dan kemaritiman. Kehancurannya telah mengilhami pembuatan berbagai karya, termasuk film, buku, dan karya seni lainnya yang menceritakan kisah tragis ini.
Meskipun tragedi yang dialami oleh kapal Titanic sangat menyedihkan, biaya pembuatannya yang mencapai jutaan dolar menunjukkan betapa luar biasanya kapal ini pada zamannya. Kisahnya tetap terpatri dalam ingatan kita sebagai salah satu bencana maritim paling terkenal dan sebagai peringatan tentang kekuatan alam yang tak terduga di lautan.(by)












