Cerdas Kelola Keuangan, Pentingnya Tabungan dan Asuransi bagi Gen Z

Gen Z Jangan Salah Kaprah, Investasi Disarankan Tapi Wajib Punya Tabungan
Gen Z Jangan Salah Kaprah, Investasi Disarankan Tapi Wajib Punya Tabungan

Jakarta Generasi Z semakin sering mendapat ajakan untuk berinvestasi di pasar modal, termasuk saham, obligasi, reksadana, dan instrumen keuangan lainnya. Namun, sebelum memulai investasi, penting untuk memiliki tabungan sebagai dasar keuangan yang kuat.

Menurut Steven Suryana, SEVP Wealth Management BNI, meningkatnya minat terhadap investasi harus diimbangi dengan pemahaman yang baik. Ia menekankan bahwa Gen Z tidak boleh sekadar ikut tren, tetapi juga harus memahami konsep dasar investasi.

1. Pentingnya Pemahaman Sebelum Berinvestasi

Steven menjelaskan bahwa sebelum memutuskan untuk berinvestasi, Gen Z harus memahami prinsip dasar keuangan, termasuk pentingnya memiliki tabungan.

“Fondasi keuangan perlu diperkuat terlebih dahulu. Gen Z cenderung mencari informasi secara instan, tetapi mereka tetap harus memahami dasar-dasar investasi,” ujar Steven dalam acara Forum bertajuk Cerdas Mengatur Keuangan untuk Gen Z pada Selasa (25/2/2025).

Baca Juga  Rp20 Triliun Bansos Tersalur hingga Juli 2025, Ribuan KPM Baru Masuk Data

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa investasi memiliki jangka waktu panjang, sedangkan tabungan berfungsi untuk kebutuhan mendesak. “Tabungan penting untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, termasuk dana darurat yang dapat diakses tanpa risiko kerugian,” tambahnya.

2. Tabungan sebagai Kebutuhan Dasar

Hal serupa disampaikan oleh Risye Dillianti, Managing Director Insurance Business Group sekaligus President Director MNC Life. Menurutnya, tabungan memiliki peran krusial dalam mengatasi kebutuhan mendadak.

Selain tabungan, ia juga menekankan pentingnya asuransi sebagai perlindungan finansial terhadap risiko tak terduga, seperti kecelakaan, penyakit, atau bencana.

Baca Juga  Ribuan Warga Bukittinggi Terima Kartu Kesejahteraan Sosial dan Buku Tabungan Non-Tunai

“Menabung adalah keharusan. Jangan hanya menyisihkan uang untuk ditabung, tetapi juga alokasikan sebagian untuk asuransi agar keuangan tetap aman dan tidak habis akibat biaya tak terduga, seperti perawatan di rumah sakit,” jelas Risye.(BY)