Menko Airlangga, Stabilitas Geopolitik dan Sektor Digital Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Ekonomi RI pada 2024.
Ekonomi RI pada 2024

Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia harus mencapai 6% hingga 8% dalam tiga tahun mendatang untuk mencapai status negara maju pada tahun 2045.

Pernyataan ini menanggapi keyakinan presiden terpilih Prabowo Subianto bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 8% dalam dua hingga tiga tahun ke depan di bawah kepemimpinannya.

“Dalam dua-tiga tahun ke depan, sesuai RPJMN, jika kita ingin menjadi negara maju pada 2045, pertumbuhan ekonomi kita harus berada di atas 6%-7%-8%,” kata Airlangga dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip dari Antara.

Baca Juga  BSU 2025 Resmi Disalurkan, Waspadai Penipuan Berkedok Bantuan

Airlangga menyebutkan bahwa situasi ekonomi global akan berubah dalam dua hingga tiga tahun ke depan, demikian juga dengan kondisi geopolitik yang saat ini sedang berlangsung.

Menurut Airlangga, jika kondisi geopolitik stabil, Indonesia bisa memanfaatkan kebijakan fiskal yang telah diterapkan, termasuk subsidi dan bantuan sosial lainnya.

Saat ditanya mengenai situasi perang antar negara saat ini, Airlangga mengatakan bahwa perang adalah hal yang tidak bisa diprediksi.

Airlangga juga menyatakan bahwa sektor digital dan semikonduktor diproyeksikan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara secara signifikan.

Baca Juga  Dampak Kasus Korupsi Timah, PHK Meningkat, Erick Thohir Tekankan Pentingnya Penindakan

Sementara itu, di Indonesia, “critical minerals” dianggap sebagai kunci untuk meningkatkan bauran energi terbarukan, sehingga sektor ini terus didorong untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.(BY)