PLN Sederhanakan Struktur Korporasi, Jumlah Anak Usaha Akan Dipangkas

PLN akan memangkas anak usahanya menjadi 23 entitas.
PLN akan memangkas anak usahanya menjadi 23 entitas.

JakartaPT PLN (Persero) menargetkan pengurangan jumlah anak perusahaan menjadi 23 entitas pada 2028, dari total saat ini sebanyak 44 anak usaha.

Melalui kebijakan strategis ini, perseroan berencana melepas kepemilikan pada 21 anak perusahaan dalam dua tahun ke depan.

Dony Oskaria, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya transformasi PLN agar selaras dengan peta jalan ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan daya saing BUMN di kancah internasional.

“Percepatan transformasi dan peningkatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN lebih efektif dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Dony dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).

Baca Juga  PLN Raih Penghargaan ESG Terbaik di ASEAN, Komitmen pada Energi Hijau

Salah satu strategi utama untuk mencapai transformasi ini adalah melalui skema streamlining, yang menargetkan penyederhanaan jumlah anak perusahaan hingga tersisa 23 entitas.

Untuk mewujudkan program tersebut, PLN akan menempuh berbagai langkah, termasuk konsolidasi, divestasi, restrukturisasi portofolio bisnis, serta penyederhanaan menyeluruh pada struktur perusahaan.

Langkah-langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, dan membangun struktur bisnis yang lebih fokus serta terintegrasi. Selain evaluasi internal, PLN juga memaparkan perkembangan terbaru terkait realisasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Dari total rencana proyek yang tercatat dalam RUPTL, sebanyak 1.634 proyek—sekitar 40 persen—sudah memasuki tahap eksekusi di lapangan.

Baca Juga  Guncangan Gempa Magnitudo 6,0 Terjadi di Maluku

Proyek strategis ini meliputi pembangunan pembangkit listrik, perluasan jaringan transmisi, hingga pengadaan gardu induk. Semua upaya ini dilakukan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan energi nasional yang terus berkembang.(BY)