Jakarta – Telur merupakan salah satu bahan pangan yang mudah ditemukan dan sering menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan protein harian. Di pasaran, konsumen umumnya menjumpai telur dengan cangkang berwarna cokelat maupun putih. Perbedaan tampilan tersebut kerap menimbulkan pertanyaan mengenai kandungan gizi, kualitas, hingga cita rasanya.
Sebagian orang menganggap telur bercangkang cokelat lebih sehat atau lebih alami dibandingkan telur putih. Namun, apakah anggapan tersebut benar? Untuk menentukan pilihan, ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai kedua jenis telur ini.
1. Jenis Ayam Menentukan Warna Cangkang
Perbedaan warna kulit telur terutama dipengaruhi oleh faktor genetik, khususnya ras ayam yang menghasilkannya. Ayam dari ras tertentu cenderung bertelur dengan cangkang putih, sedangkan ras lainnya menghasilkan telur bercangkang cokelat.
Tanner Pace, peternak dari Pace Valley View Farm di Amerika Serikat, menjelaskan bahwa jenis ayam merupakan faktor utama yang menentukan warna cangkang telur.
Dengan demikian, perbedaan warna tersebut bukanlah penanda bahwa salah satu telur lebih alami atau memiliki kualitas lebih tinggi. Warna cangkang merupakan karakteristik biologis ayam, bukan ukuran langsung untuk menentukan mutu telur.
Tracy Ramsdell, Direktur Pemasaran Dakota Layers, juga menilai anggapan bahwa telur cokelat lebih bergizi daripada telur putih sebagai pemahaman yang keliru. Secara umum, keduanya mempunyai kualitas nutrisi yang sebanding, kecuali jika telur diproduksi dengan kandungan gizi tambahan melalui pengaturan pakan tertentu.
2. Kandungan Gizi Keduanya Hampir Sama
Telur bercangkang putih dan cokelat sama-sama mengandung protein, lemak, vitamin, serta berbagai mineral yang dibutuhkan tubuh. Warna kulit telur tidak secara langsung menentukan banyak atau sedikitnya zat gizi yang terkandung di dalamnya.
Perbedaan kandungan nutrisi dapat terjadi apabila ayam memperoleh pakan dengan komposisi khusus. Sebagai contoh, telur yang diperkaya omega-3 biasanya dihasilkan melalui pemberian pakan yang dirancang untuk meningkatkan kandungan zat tersebut.
Karena itu, konsumen yang ingin mendapatkan manfaat gizi tertentu sebaiknya memperhatikan informasi pada kemasan dan cara telur diproduksi, bukan hanya melihat warna cangkangnya.
Faktor lain, seperti kondisi kesehatan ayam dan lingkungan pemeliharaan, juga dapat memengaruhi karakteristik telur. Hal ini membuat informasi mengenai asal produk dan sistem pemeliharaan menjadi pertimbangan yang lebih relevan.
3. Warna Kuning Telur Tidak Ditentukan oleh Cangkang
Selain warna kulitnya, telur juga memiliki variasi warna kuning telur, mulai dari kuning pucat hingga jingga pekat. Namun, perbedaan tersebut tidak berkaitan langsung dengan warna cangkang.
Tanner Pace menjelaskan bahwa warna kuning telur lebih banyak dipengaruhi oleh jenis pakan yang dikonsumsi ayam. Kandungan pigmen alami dalam makanan ayam dapat memengaruhi tingkat kecerahan warna kuning telur yang dihasilkan.
Oleh sebab itu, telur bercangkang putih maupun cokelat sama-sama bisa memiliki kuning telur berwarna cerah atau jingga. Warna kuning yang lebih pekat juga tidak otomatis menunjukkan bahwa telur tersebut mempunyai kandungan protein lebih tinggi.
4. Apakah Rasa Telur Putih dan Cokelat Berbeda?
Dari sisi rasa, warna cangkang bukan faktor utama yang menentukan cita rasa telur. Kesegaran, pakan ayam, serta kondisi penyimpanan dan penanganan dapat memberikan pengaruh yang lebih berarti terhadap karakteristik rasa.
Kedua jenis telur tersebut dapat digunakan untuk berbagai olahan makanan, mulai dari telur rebus, telur mata sapi, telur dadar, hingga bahan pembuatan kue.
Dalam penggunaan sehari-hari, telur putih dan cokelat umumnya dapat saling menggantikan tanpa perlu mengubah metode memasak hanya karena perbedaan warna kulitnya.
5. Tips Memilih Telur yang Baik
Jika ingin membeli telur untuk kebutuhan sehari-hari, konsumen tidak perlu terpaku pada pilihan warna cangkang. Ada beberapa hal yang lebih penting untuk diperhatikan agar memperoleh telur yang layak dikonsumsi.
Periksa kondisi cangkang. Pilih telur yang tidak retak atau pecah dan memiliki kondisi permukaan yang bersih.
Perhatikan kesegarannya. Cek tanggal kedaluwarsa atau informasi masa simpan apabila tersedia pada kemasan.
Cermati cara penyimpanan. Simpan telur sesuai petunjuk pada kemasan dan jaga agar kondisinya tetap stabil.
Sesuaikan dengan kebutuhan. Jika menginginkan telur dengan kandungan zat gizi tertentu, periksa keterangan nutrisi pada produk.
Pertimbangkan harga dan ketersediaan. Telur putih maupun cokelat bisa menjadi pilihan selama kualitas dan penanganannya terjaga.
Pada akhirnya, telur bercangkang putih dan cokelat sama-sama dapat menjadi sumber protein yang baik. Perbedaan warna keduanya terutama berasal dari ras ayam, bukan jaminan bahwa salah satunya lebih sehat, lebih enak, atau lebih berkualitas.
Jadi, saat berbelanja, utamakan kesegaran, kondisi telur, serta informasi produk. Pilihan warna dapat disesuaikan dengan selera dan anggaran tanpa perlu khawatir kehilangan manfaat gizi hanya karena memilih jenis cangkang tertentu.(BY)












