Belajar dari Solo, Nasabah PNM Mekaar Temukan Peluang Baru dari Singkong

PNM Buka Jalan Inovasi Usaha Ultra Mikro.
PNM Buka Jalan Inovasi Usaha Ultra Mikro.

JakartaTantangan yang dihadapi pelaku usaha ultra mikro tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan modal, tetapi juga minimnya akses terhadap pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi untuk mengembangkan bisnis. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM terus menghadirkan program pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan kapasitas nasabah, khususnya peserta PNM Mekaar.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Reward Studi Banding, sebuah program yang memberikan kesempatan kepada para Ketua Kelompok PNM Mekaar untuk belajar langsung dari praktik usaha yang telah berkembang. Program ini dirancang agar peserta memperoleh wawasan baru sekaligus inspirasi dalam menciptakan inovasi usaha di daerah masing-masing.

Dalam salah satu kegiatan studi banding yang digelar di Solo, peserta diajak menyaksikan secara langsung proses pengolahan singkong menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti slondok dan gemblong. Melalui pengalaman tersebut, para peserta memperoleh gambaran bahwa bahan baku sederhana dapat diolah menjadi produk dengan nilai jual yang lebih tinggi apabila dikembangkan secara kreatif.

Program ini menegaskan bahwa komitmen PNM tidak hanya terbatas pada penyediaan akses pembiayaan. Perusahaan juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan pemberdayaan yang memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta menumbuhkan kepercayaan diri para perempuan pelaku usaha ultra mikro. Dengan bekal tersebut, nasabah diharapkan mampu memanfaatkan peluang usaha di lingkungan sekitar sekaligus meningkatkan daya saing produknya.

Baca Juga  Harga Emas Antam Hari Ini 5 Mei, Merosot ke Rp922 Ribu

Direktur Utama PNM menilai pengalaman belajar secara langsung menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berwirausaha, terutama bagi pelaku usaha rumahan.

“Di bawah naungan Danantara, PNM terus memperkuat layanan yang tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga membuka kesempatan bagi nasabah untuk belajar dari praktik-praktik terbaik. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam usaha masing-masing dan dibagikan kembali kepada anggota kelompok sehingga mampu melahirkan inovasi yang berdampak pada peningkatan pendapatan serta ketahanan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Manfaat program tersebut mulai dirasakan oleh para peserta. Salah satunya Dyah Wulandari yang mengaku mendapatkan banyak inspirasi baru setelah mengikuti kegiatan studi banding.

“Senang sekali karena saya jadi tahu bahwa bahan baku yang mudah ditemukan di sekitar kita ternyata bisa diolah menjadi produk dengan nilai jual yang lebih tinggi. Pengalaman ini membuat saya semakin termotivasi untuk mencoba hal-hal baru dalam mengembangkan usaha,” katanya.

Baca Juga  Program Tol Laut dan Revitalisasi Pasar Rakyat Dukung Stabilitas Pasar Domestik

Selain memperkaya pengetahuan mengenai pengembangan usaha, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarpeserta. Melalui interaksi dan berbagai aktivitas bersama, para pelaku usaha dapat saling bertukar pengalaman, memperluas jaringan, serta membangun semangat untuk terus berinovasi.

Melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan, PNM terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan usaha ultra mikro. Kombinasi antara akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas usaha diharapkan mampu membantu nasabah naik kelas, lebih adaptif menghadapi perubahan, serta berkontribusi dalam memperkuat perekonomian keluarga dan masyarakat.

#PNMuntukUMKM

#PNMPemberdayaanUMKM.(BY)