Jakarta – Suasana menegangkan terjadi saat proses penyelamatan seorang pria yang memanjat menara telekomunikasi setinggi sekitar 52 meter di wilayah Way Kandis, Kecamatan Tanjung Seneng, Bandar Lampung, pada Rabu (24/6/2026) siang.
Pria tersebut diketahui bernama Mursalin Candra (25). Ia berada di puncak menara selama beberapa jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat oleh tim SAR gabungan.
Peristiwa ini bermula ketika warga melihat seorang pria berada di atas menara dengan ketinggian puluhan meter. Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, termasuk dugaan percobaan bunuh diri, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat.
Menerima laporan itu, tim gabungan bersama Basarnas Lampung langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya penyelamatan.
Sesampainya di lokasi, petugas berupaya menenangkan korban melalui pendekatan persuasif. Mengingat kondisi emosional korban saat itu tidak stabil, komunikasi intensif terus dilakukan agar ia bersedia turun dengan aman.
Proses negosiasi berlangsung cukup panjang. Bahkan, petugas turut melibatkan istri korban yang diminta membantu membujuk melalui komunikasi menggunakan handy talky (HT).
Menurut keterangan keluarga, tindakan nekat tersebut diduga dipicu oleh tekanan psikologis yang berkaitan dengan masalah rumah tangga. Korban disebut mengalami depresi dan merasa khawatir ditinggalkan oleh sang istri.
Kondisi tersebut diduga menjadi alasan korban memanjat menara setinggi 52 meter dan bertahan di atasnya selama beberapa waktu.
Setelah hampir dua jam melakukan pendekatan dan negosiasi, petugas akhirnya berhasil meyakinkan korban untuk turun. Momen haru pun terjadi ketika korban berhasil dijangkau dan dibawa turun ke bawah dalam keadaan selamat.
Komandan Tim Rescuer Basarnas Lampung, Sumaryansyah, menjelaskan bahwa proses evakuasi berjalan dengan baik berkat koordinasi seluruh personel serta komunikasi yang efektif dengan korban.
“Awalnya ada laporan dari Bhabinkamtibmas mengenai seorang pria yang naik ke tower. Setelah itu dilakukan proses evakuasi dan korban berhasil diselamatkan,” ujarnya.
Usai dievakuasi, korban kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk mendapatkan pendampingan dan penanganan lebih lanjut.(des*)












