Kolaborasi Stellantis dan Leapmotor Hadirkan SUV Listrik Terjangkau Opel

Stellantis Serahkan Pengembangan Mobil Listrik Baru ke Leapmotor, 650 Insinyur Terancam Dipecat.
Stellantis Serahkan Pengembangan Mobil Listrik Baru ke Leapmotor, 650 Insinyur Terancam Dipecat.

JakartaStellantis semakin memperkuat kerja sama strategisnya dengan pabrikan asal Tiongkok, Leapmotor, dalam pengembangan model SUV listrik terbaru untuk merek Opel. Kendaraan tanpa nama tersebut disebut-sebut akan memanfaatkan platform dan teknologi utama dari Leapmotor. Di saat yang sama, Stellantis juga dikabarkan akan melakukan efisiensi tenaga kerja dengan memangkas sekitar 650 posisi insinyur di Jerman, meski langkah ini disebut tidak berkaitan langsung dengan proyek mobil listrik baru tersebut.

SUV listrik baru Opel

Model SUV listrik ini direncanakan meluncur pada 2028, dengan waktu pengembangan yang relatif singkat, kurang dari dua tahun hingga siap dipasarkan. Proses desain dilakukan oleh tim Opel di Rüsselsheim, Jerman, dengan tetap mempertahankan identitas desain khas merek.

Dari tampilan awal, mobil ini akan hadir dengan karakter sporty, menggunakan velg besar, overhang pendek, serta desain “Vizor” khas Opel yang sudah terintegrasi lampu LED modern.

CEO Opel, Florian Huettl, menyebut bahwa proyek ini merupakan hasil kolaborasi lintas negara. Ia menjelaskan bahwa pengembangan dilakukan oleh tim di Jerman dan China secara bersamaan.

Secara teknis, SUV ini akan menggunakan arsitektur listrik serta teknologi baterai terbaru dari Leapmotor. Sementara itu, Opel berkontribusi pada aspek desain, penyetelan sasis, sistem pencahayaan, hingga teknologi kabin seperti kursi.

Produksi kendaraan ini nantinya akan dilakukan di pabrik Stellantis di Figueruelas, Zaragoza, Spanyol, mulai 2028. Fasilitas tersebut juga digunakan untuk memproduksi beberapa model lain seperti Opel Corsa, Peugeot e-208, Lancia Ypsilon, dan Leapmotor B10.

Baca Juga  Ioniq 6 Black Edition, Mobil Listrik Eksklusif Hyundai Berbalut Warna Hitam

Posisi di lini SUV Opel

Model baru ini akan melengkapi jajaran SUV Opel yang sudah ada, seperti Mokka, Frontera, dan Grandland, dengan target bersaing di segmen C-SUV yang sangat kompetitif di pasar Eropa.

Meski spesifikasi resmi belum diumumkan, SUV ini diperkirakan memiliki basis dari Leapmotor B10 yang memiliki panjang sekitar 4,5 meter, sehingga posisinya berada di antara Frontera dan Grandland.

Untuk performa, Leapmotor B10 dibekali motor listrik bertenaga sekitar 215 hp dengan dua pilihan baterai yang mampu menempuh jarak hingga lebih dari 400 km. Varian tertentu juga menawarkan opsi range extender yang dapat memperluas jarak tempuh hingga sekitar 900 km.

Pihak Stellantis mengklaim bahwa model tersebut telah melalui pengujian ketat di fasilitas uji coba Balocco, Italia, sehingga kemungkinan akan ada penyesuaian khusus untuk pasar Eropa dibanding versi yang dijual di China.

Meski harga resmi belum diumumkan, Stellantis menegaskan bahwa SUV listrik ini akan dipasarkan dengan harga yang lebih terjangkau berkat penggunaan komponen dari Leapmotor, yang dinilai mampu menekan biaya produksi.

Restrukturisasi tenaga kerja di Jerman

Di sisi lain, Stellantis juga tengah menjalankan rencana penyesuaian organisasi di pusat teknis Opel di Rüsselsheim. Sekitar 650 posisi insinyur akan terdampak, sehingga jumlah tenaga teknik tersisa menjadi sekitar 1.000 orang.

Baca Juga  Mitsubishi New Pajero Sport Tampil Mewah, Mesin Lebih Bertenaga

Sebagai perbandingan, pada 2017 jumlah insinyur di lokasi tersebut masih mencapai lebih dari 7.000 orang yang menangani berbagai proyek riset dan pengembangan di bawah grup PSA.

Saat ini, fokus pengembangan di pusat tersebut lebih diarahkan pada teknologi seperti kecerdasan buatan, perangkat lunak, sistem bantuan pengemudi (ADAS), teknologi baterai, hingga pencahayaan digital.

Meski terjadi pengurangan tenaga kerja, kemitraan dengan Leapmotor dinilai membantu Stellantis menekan biaya riset dan mempercepat waktu pengembangan produk baru.

Diketahui, Stellantis telah memiliki 21% saham di Leapmotor sejak 2023 dan menjadi pemegang saham terbesar. Melalui perusahaan patungan Leapmotor International, Stellantis memegang kendali mayoritas untuk distribusi dan produksi kendaraan Leapmotor di luar China.

Kinerja Leapmotor di pasar global juga menunjukkan tren positif, dengan puluhan ribu unit terjual di Eropa pada 2025 dan permintaan yang terus meningkat pada awal 2026.(BY)