Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya dalam mendorong penyandang disabilitas agar lebih mudah terserap di dunia kerja. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif serta menjamin kesetaraan hak bagi seluruh warga negara.
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menyampaikan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada penempatan tenaga kerja disabilitas, tetapi juga memberikan pendampingan kepada perusahaan. Dukungan tersebut mencakup proses rekrutmen, penyesuaian tempat kerja yang ramah disabilitas, hingga penyediaan fasilitas dan alat bantu kerja sesuai kebutuhan masing-masing individu.
“Kami ingin perusahaan tidak berjalan sendiri. Kemnaker akan mendampingi dari awal, mulai dari pemetaan posisi kerja yang sesuai hingga memastikan sarana pendukung tersedia agar pekerja disabilitas bisa bekerja secara optimal dan nyaman,” ujar Cris dalam keterangan tertulis, Jumat (9/5/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Kemnaker juga memberikan apresiasi kepada empat pelaku usaha, yaitu PT Burger Buto, PT Gandum, Rumah Batik Kinarsih, dan Warung Bambu Barokah. Keempatnya dinilai telah menunjukkan langkah nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
Cris menilai, upaya perusahaan-perusahaan tersebut tidak hanya sekadar memenuhi ketentuan kuota 1 persen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, tetapi juga mencerminkan kepedulian sosial yang lebih luas.
“Ini menunjukkan bahwa inklusivitas bukan hanya soal kewajiban aturan, tetapi juga bentuk nyata penghargaan terhadap kemanusiaan dan potensi yang dimiliki penyandang disabilitas,” tegasnya.
Kemnaker berharap praktik baik tersebut dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain di berbagai daerah, sehingga semakin banyak dunia usaha yang membuka kesempatan kerja setara bagi semua kalangan.
“Kami berharap semakin banyak perusahaan memahami bahwa tempat kerja yang inklusif bukan hanya mungkin dilakukan, tetapi juga dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan nilai kemanusiaan yang lebih baik,” tutupnya.(BY)












