Padang – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat telah menyelesaikan seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan serta pengecekan dokumen bagi jamaah calon haji kelompok terbang (kloter) 14, yang merupakan kloter terakhir dari Embarkasi Padang.
Kepala Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, menyampaikan bahwa begitu tiba di Asrama Haji, seluruh jamaah langsung mengikuti layanan terpadu atau one stop service yang disiapkan oleh petugas pada Jumat di Kota Padang.
Menurut Rifki, layanan satu pintu tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan akhir, penyerahan paspor dan visa, pembagian uang saku untuk kebutuhan di Tanah Suci, penentuan nomor kamar, hingga pemasangan gelang identitas jamaah.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses, baik pemeriksaan kesehatan maupun kelengkapan administrasi, berjalan lancar tanpa kendala. Dengan demikian, seluruh jamaah kloter 14 dinyatakan siap diberangkatkan ke Arab Saudi pada Sabtu (9/5) pukul 10.05 WIB.
Rifki yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang menjelaskan bahwa kloter terakhir ini akan diberangkatkan melalui Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, menggunakan pesawat Boeing 777 Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA3514.
Kloter 14 merupakan gabungan jamaah dari 15 kabupaten dan kota di Sumatera Barat serta jamaah asal Provinsi Bengkulu, dengan total 287 orang.
Dari jumlah tersebut, terdiri atas 177 jamaah perempuan dan 110 jamaah laki-laki. Jamaah tertua berusia 84 tahun, sedangkan yang termuda berusia 18 tahun.
Sementara itu, Ketua Kloter 14 Embarkasi Padang, Muhammad Nur Ali, mengingatkan para jamaah bahwa ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang prima.
Ia mengimbau agar seluruh jamaah menjaga kondisi tubuh, terutama menjelang rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Jamaah diharapkan menjaga stamina dengan baik, cukup istirahat, mengatur pola makan, dan memperbanyak konsumsi air putih,” pesannya.
Pada musim haji 1447 Hijriah ini, Embarkasi Padang memberangkatkan total 5.402 calon haji yang berasal dari Sumatera Barat dan Bengkulu.(des*)












