Pasca-Lebaran, Komoditas Pangan Strategis Mulai Terkendali

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan pangan tetap terjaga setelah Lebaran 2026.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan pangan tetap terjaga setelah Lebaran 2026.

JakartaBadan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga setelah Lebaran 2026. Pantauan di beberapa pasar tradisional menunjukkan bahwa harga sejumlah komoditas strategis, khususnya produk unggas dan sayuran, mulai menunjukkan stabilitas.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pihaknya melakukan pengecekan langsung di pasar untuk memantau harga dan stok pangan pasca-Lebaran.

“Kami hari ini mengunjungi Pasar Rawamangun di Jakarta dan Pasar Ciputat di Tangerang. Di Rawamangun, pedagang masih terbatas sehingga harga belum sepenuhnya stabil. Sedangkan di Ciputat, harga sudah cukup baik,” ujar Ketut, Sabtu (28/3/2026).

Berdasarkan hasil pengecekan, harga daging ayam ras di Pasar Ciputat berada di kisaran Rp35.000 per kilogram, lebih rendah dari Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp40.000 per kilogram.

Komoditas hortikultura juga menunjukkan tren penurunan harga. Misalnya, cabai rawit merah yang sempat melonjak selama Ramadan kini turun menjadi sekitar Rp60.000 per kilogram, mendekati HAP konsumen Rp57.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah dan cabai merah keriting masing-masing diperdagangkan sekitar Rp40.000 per kilogram.

Baca Juga  Wamentan, Food Estate, Langkah Strategis Antisipasi Krisis Pangan di Indonesia

“Secara keseluruhan, harga di sini relatif stabil dan cukup terjangkau,” tegas Ketut. Ia menilai kondisi ini menunjukkan perbaikan stabilitas harga pangan pasca-Lebaran, dan diharapkan dapat bertahan dalam beberapa waktu ke depan.

Pemerintah menargetkan harga pangan pokok strategis terus berada pada level stabil, seiring dengan meningkatnya pasokan domestik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan kondisi ini, harga tetap terkendali pasca-Lebaran,” tambah Ketut.

Sebelumnya, menjelang Hari Raya Idulfitri pada pekan kedua Maret, harga pangan sempat mengalami fluktuasi, meski secara umum masih terkendali. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah komoditas di berbagai daerah.

Baca Juga  Fly Over Sitinjau Lauik Proyek Strategis Nasional, Pemko Padang Tegaskan Komitmen

Untuk daging ayam, IPH meningkat di 192 kabupaten/kota, namun 123 kabupaten/kota masih berada di rentang HAP Rp40.000 per kilogram. Kenaikan IPH cabai rawit merah terjadi di 198 kabupaten/kota, meski 48 kabupaten/kota tetap sesuai HAP Rp57.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah mengalami kenaikan IPH di 143 kabupaten/kota, dengan 96 kabupaten/kota tetap berada dalam batas HAP Rp41.500 per kilogram.(BY)