Bukittinggi – Ratusan personel gabungan dari kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Damkar, dan Satpol PP dikerahkan untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus selama libur Lebaran 2026 di wilayah hukum Polresta Bukittinggi, Sumatera Barat.
Pengamanan ini dilakukan melalui Operasi Ketupat Singgalang 2026, yang mencakup pengaturan lalu lintas, pencegahan tindak kriminal, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama periode libur.
Kapolresta Bukittinggi, Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto, memimpin langsung apel gab ungan personel di Mapolresta Bukittinggi pada Kamis (13/3).
“Personel Polresta berjumlah 215 orang, dan dengan dukungan Kodim 0304/Agam serta instansi terkait Pemkot Bukittinggi, totalnya mencapai sekitar 350 personel,” ujar Ruly.
Dalam operasi ini, pihak kepolisian mendirikan tujuh pos di titik-titik strategis, terdiri dari empat pos pelayanan, dua pos pengamanan, dan satu pos terpadu. Pos terpadu ditempatkan di kawasan Jam Gadang, pos pengamanan berada di Kebun Binatang dan Panorama, sedangkan pos pelayanan dibangun di Tanjung Alam, Baso, Padang Luar, dan Tugu Polwan.
Ruly menambahkan, sejumlah skema rekayasa lalu lintas juga disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, terutama di jalur yang sulit dilalui. “Beberapa jalur kemungkinan dialihkan karena kesulitan akses, sementara jalur Malalak masih belum bisa digunakan secara umum,” jelasnya.
Selain itu, personel khusus ditempatkan di lokasi-lokasi rawan bencana, terutama pada jalur yang diprediksi dilewati pemudik. Prediksi kepolisian, sekitar 100.000 kendaraan akan memasuki Kota Bukittinggi selama libur Lebaran.
“Mengingat jalur di kota ini tidak terlalu luas, rekayasa arus perlu dilakukan untuk meminimalisir kemacetan,” tutur Ruly.
Bukittinggi sendiri menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Sumatera Barat saat musim liburan. Kawasan Jam Gadang menjadi ikon sekaligus pusat keramaian, selain pesona kuliner, panorama alam, dan sejarah kota yang sarat perjuangan.(des*)












