Teheran, fativa.id – Kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, tenggelam setelah dihantam rudal belestik Iran. Pernyataan itu disampaikan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, IRGC menyebut USS Abraham Lincoln telah menjadi sasaran empat rudal balistik dalam gelombang operasi yang mereka sebut “True Promise 4”.
Menurut pernyataan itu, serangan tersebut berhasil mengenai kapal induk dan merupakan bagian dari serangan balasan besar-besaran terhadap kekuatan militer AS dan sekutunya di kawasan.
IRGC menambahkan bahwa operasi ini menandai fase baru konflik dan memperingatkan bahwa darat serta laut akan menjadi “kuburan para agresor teroris.”
Namun, klaim tersebut dibantah keras oleh pihak Amerika Serikat. United States Central Command (CENTCOM) menyatakan bahwa USS Abraham Lincoln sama sekali tidak terkena serangan rudal dan tetap beroperasi seperti biasa di Laut Arab.
Tapi AS membenarkan, sedikitnya 3 militer AS tewas dan 5 lainnya luka serius selama operasi melawan pasukan Iran. Meskipun konflik terus berlanjut, keterlibatan langsung USS Abraham Lincoln dalam pertempuran hingga saat ini belum terbukti menurut pernyataan resmi AS.
Dalam pernyataan resmi di platform X, pihak militer AS menegaskan bahwa rudal yang diluncurkan “ bahkan tidak mendekati kapal” dan bahwa kapal induk tersebut terus meluncurkan pesawat dalam rangka operasi militer yang sedang berlangsung.
Perkembangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah, dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap target-target militer Iran, termasuk fasilitas komando dan kontrol serta sistem pertahanan udara.
Serangan itu juga dikaitkan dengan kematian Ayatollah Ali Khamenei, yang menurut beberapa laporan media internasional telah menjadi korban dalam operasi tersebut — meskipun detail independen atas insiden itu belum dapat diverifikasi sepenuhnya.
Situasi ini menunjukkan betapa cepatnya narasi di medan perang informasi bisa berbeda antara dua kekuatan besar, yakni klaim langsung dari Teheran tentang kerusakan signifikan pada aset militer AS dan bantahan tegas dari Washington yang menolak semua klaim tersebut. Dengan demikian, perkembangan konflik ini tetap menjadi fokus perhatian dunia karena dampaknya pada geopolitik dan keamanan global.(*)












