Pembangunan Jembatan Duplikasi Pulau Balang untuk Konektivitas IKN Nusantara Dilakukan dengan Anggaran Rp471 Miliar

IKN
Kementerian PUPR membangun jembatan yang menghubungkan IKN dengan Balikpapan.

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menganggarkan dana sebesar Rp471 miliar untuk pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dengan Kota Balikpapan.

Jembatan ini direncanakan menjadi jalur utama angkutan logistik serta akses menuju IKN, dan akan menghubungkan Kota Balikpapan dengan IKN Nusantara yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara. Pembangunan jembatan ini dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, menjelaskan bahwa jembatan duplikasi ini penting untuk melengkapi Jembatan Pulau Balang yang sudah ada, sekaligus menghubungkannya dengan jembatan bentang pendek yang baru dibangun. Menurut Danis Sumadilaga, jembatan ini akan sangat bermanfaat dalam mengurangi volume lalu lintas yang tinggi serta menjadi jalur logistik yang efisien.

Jembatan duplikasi bentang pendek Pulau Balang berada sekitar 500 meter dari jembatan bentang panjang Pulau Balang yang selesai dibangun pada tahun 2021. Konstruksi jembatan duplikasi ini memiliki panjang 511 meter dan menggunakan tipe rangka baja, dengan 4 pilar di zona laut dan 4 pilar di zona darat. Pembangunan jembatan ini dimulai pada bulan Januari 2023, sesuai dengan kontrak senilai Rp471 miliar yang ditunjuk kepada kontraktor pelaksana PT Adhi Karya-Duta-Jakon (KSO).

Baca Juga  Persiapan HUT RI ke-79, Akses ke IKN Nusantara Diperketat

Hingga saat ini, progres fisik pekerjaan jembatan telah mencapai 11,6%, sementara serapan keuangan mencapai 25,5%. Pembangunan jembatan duplikasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan konektivitas Jalan Lintas Selatan Kalimantan, yang merupakan jalur utama angkutan logistik di Pulau Kalimantan. Saat ini, kendaraan yang ingin menuju Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan dan kota lainnya harus memutar dengan jarak sekitar 80 km dan waktu tempuh 4 jam. Dengan adanya jembatan ini, diharapkan jarak tempuh tersebut dapat dipersingkat menjadi sekitar 30 km dan dapat dilintasi hanya dalam waktu satu jam.

Reiza Setiawan, Kepala BBPJN Kalimantan Timur, menyatakan bahwa jembatan duplikasi Pulau Balang akan terhubung dengan jalan tol akses IKN Segmen 5A Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang sepanjang 6,67 km. Proyek jalan tol tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2024. Reiza juga menambahkan bahwa pembangunan jalan tol ini akan menyambung dengan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dan menjadi bagian dari jaringan konektivitas menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara.

Baca Juga  Keharuan Maryam yang Lupa Wajah Keluarganya Setelah 30 Tahun di Arab Saudi

Dengan adanya pembangunan jembatan duplikasi Pulau Balang dan jalan tol akses IKN, diharapkan akan tercipta konektivitas yang lebih baik antara Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan IKN Nusantara. Selain itu, pembangunan ini juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, mempercepat distribusi logistik, serta memudahkan akses transportasi bagi masyarakat.(des)