Pengembangan TPA Regional Payakumbuh Butuh Anggaran Rp34 Miliar

Gubernur Mahyeldi saat meninjau kondisi TPA Regional Payakumbuh, Senin (13/9). (ist)

Padang – Pengembangan TPA Regional Payakumbuh butuh anggaran Rp34 miliar. Angka itu dibutuhkan untuk pembangunan sel baru agar bisa menampung sampah dari empat daerah di Sumbar.

“Anggarannya cukup besar. Karena itu kita akan upayakan bantuan dari Kementerian PUPR. Minggu ini kita segera siapkan surat dan antarkan agar bisa presentasi langsung dihadapan Menteri PU PR,” ujar Gubernur Mahyeldi saat meninjau kondisi TPA Regional Payakumbuh, Senin (13/9).

Disebutkannya, APBD Provinsi Sumbar dan kabupaten/kota sudah selesai dibahas sehingga tidak mungkin dimasukkan lagi anggaran untuk perbaikan TPA regional. Karena itu, diupayakan bantuan dari pusat.

Bersamaan dengan upaya tersebut, Mahyeldi meminta bupati dan walikota empat daerah yang membuang sampah ke TPA regional Payakumbuh masing-masing Payakumbuh, Bukittinggi, Kabupaten Limapuluh Kota dan Agam untuk bisa melaksanakan pemilahan sampah di daerah masing-masing sebelum dibuang ke TPA.

Komposisi sampah yang dibuang ke TPA regional hampir 70 persen adalah sampah organik yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk budidaya maggot dan difermentasikan untuk pakan ternak.

Dengan demikian, sampah yang dibuang ke TPA tinggal 30 persen dari total volume sampah yang dibuang saat ini sehingga TPA tidak cepat penuh.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan hidup Sumatera Barat Siti Aisyah mengatakan, pemilahan sampah harus dilakukan di sumber bukan di TPA karena biayanya akan lebih murah.

Baca Juga  Sopir Angkot Terpental dan Terlindas Truk Saat Kembali ke Mobil

Jika pemilihan dilakukan di TPA untuk satu truk dibutuhkan 25 orang tenaga kerja dan efektivitas pekerjaan juga sangat rendah sehingga biaya akan membengkak.

Apalagi sampah yang dibuang ke TPA didominasi sampah pasar sehingga seharusnya pemilahan bisa langsung dilakukan oleh petugas di pasar sebelum dibuang ke TPA.

“Kita akan siapkan regulasi untuk memastikan sampah tersebut dipilah di sumbernya. Untuk sampah yang telah dipilah biaya yang dikenakan akan lebih murah sementara untuk sampah yang tidak dipilah akan dikenai biaya yang berlipat-lipat. Ini untuk mendorong daerah agar mau melakukan pemilahan sampah,” ujarnya.

Dalam peninjauan itu Gubernur didampingi Walikota Payakumbuh, Walikota Bukittinggi, Bupati Agam, Bupati Limapuluh Kota, Asisten II sekda Prov Sumbar, Kepala Dinas lingkungan hidup Prov Sumbar, Kepala Dinas PUPR Sumbar, General Manager PLN Wilayah III Payakumbuh, serta OPD dilingkup pemprov Sumbar.

Sebelumnya, dalam rapat pembahasan kondisi TPA regional Payakumbuh dan upaya penanganan yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Minggu (12/9), Gubernur Mahyeldi akan menyiapkan surat bersama bupati/walikota.

“Minimal pemerintah pusat dapat membantu sepenuhnya atau minimal separohnya dan separoh lainnya di provinsi dan kabupaten/kota terkait TPA Regional ini. Kita prihatin dimasa pandemi ini anggaran provinsi dan kab/ko amat minim sekali,” ungkap Mahyeldi.

Langkah lain Mahyeldi juga meminta pihak PLN agar memberikan kajian rinci terhadap tingkat keamanan tower yang ada dilokasi pembangunan tersebut.

Baca Juga  Bupati Padang Pariaman Menggelar Rapat Penanganan Covid-19

“Hal ini bagaimana keamanan kondisi tower yang ada dilokasi ini tidak berdampak buruk terhadap pembangunan dan aktifitas eksekusi perluasan sell landfill baru guna memenuhi kebutuhan penampungan dan pengolahan sampah. ini,” harapnya.

Diantaranya opsi yang dimiliki pemerintah daerah adalah perluasan sell landfill, serta memperbaiki maupun menambah membran sementara untuk TPA yang berlokasi di Padang Karambia, Kota Payakumbuh ini.

“Langkah paling realisitis yang bisa kita lakukan sekarang adalah pembangunan membran sementara, dan perluasan sell landfill,” kata gubernur.

Ia juga menyampaikan pentingnya sinergitas antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Provinsi serta kabupaten/kota dalam menyikapi persoalan ini.

Opsi lainnya gubernur menekankan perlunya pemisahan dan pengolahan sampah organik untuk meningkatkan efektivitas penampungan sampah di TPA. Dengan demikian sampah organik pun dapat diolah untuk dijadikan pupuk.

“Ke depan kita upayakan pengendalian dan pengolahan sampah organik yang lebih ramah Lingkungan supaya bisa menjadi pupuk,” katanya. (veri)