Pulihkan Pertanian NTT Pascagempa, Pemerintah Salurkan Benih hingga Alsintan

Mentan Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah akan memperbaiki lahan sawah dan jaringan irigasi tersier yang rusak akibat gempa.
Mentan Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah akan memperbaiki lahan sawah dan jaringan irigasi tersier yang rusak akibat gempa.

JakartaPemerintah memastikan sektor pertanian di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi bagian dari prioritas pemulihan setelah wilayah tersebut terdampak gempa. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah pusat akan mengambil alih perbaikan lahan persawahan serta jaringan irigasi tersier yang mengalami kerusakan.

Tidak hanya infrastruktur pertanian, petani yang terdampak juga akan mendapat dukungan berupa benih tanpa biaya serta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Langkah tersebut disiapkan agar kegiatan bercocok tanam dapat kembali berjalan dan produksi pangan segera pulih.

Amran mengatakan seluruh kerusakan pada sawah dan irigasi tersier akan ditangani pemerintah pusat. Bantuan alsintan juga akan disalurkan kepada petani sesuai kebutuhan di lapangan.

Menurut Amran, penanganan pascagempa tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat selama situasi darurat. Pemerintah juga menargetkan pemulihan kegiatan ekonomi warga, khususnya mereka yang menggantungkan pendapatan dari sektor pertanian.

Baca Juga  MRT Jakarta Lintas Timur-Barat, Pinjaman Jepang Diharapkan Percepat Proyek Infrastruktur

Perhatian pemerintah turut diberikan kepada sektor perkebunan. Tanaman yang mengalami kerusakan akibat gempa, seperti kopi, kakao, dan kelapa, akan mendapatkan penggantian. Pemerintah disebut telah menyiapkan anggaran untuk program tersebut sebagai bagian dari arahan Presiden.

Di sisi lain, Amran meminta proses penyaluran bantuan tidak terhambat oleh prosedur administratif yang berbelit. Petani yang membutuhkan bantuan dapat menyampaikan kebutuhan melalui pemerintah daerah atau penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Ia menekankan seluruh jajaran agar memberikan pelayanan secara cepat dan tidak mempersulit masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana. Menurutnya, percepatan birokrasi diperlukan agar bantuan bisa segera diterima petani.

Baca Juga  Aliansi Tekstil Desak Pemerintah Tindak Tegas Impor Ilegal

Pemerintah juga memastikan pasokan pangan, terutama beras, tetap terjaga selama proses pemulihan berlangsung. Jaminan tersebut diberikan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sembari aktivitas pertanian dan mata pencaharian warga dipulihkan secara bertahap.(BY)