Fativa.id – Tim Nasional Vietnam kembali mencuri perhatian setelah mencatatkan rekor kemenangan beruntun yang mengesankan. Kepastian itu didapat usai skuad arahan Kim Sang-sik menghancurkan Timor Leste dengan skor telak 7-0 pada pertandingan perdana Grup A Piala AFF 2026, sekaligus memperpanjang rangkaian kemenangan mereka menjadi 18 laga berturut-turut.
Pencapaian tersebut membuat Vietnam melewati torehan 15 kemenangan beruntun yang sebelumnya pernah dibukukan Timnas Spanyol pada periode 2008 hingga 2009. Meski demikian, catatan tersebut belum otomatis diakui sebagai rekor dunia oleh Guinness World Records.
Keputusan AFC Jadi Sorotan
Perjalanan impresif Vietnam sebenarnya dimulai sejak Piala AFF 2024 pada Desember 2024. Kala itu, mereka mengawali tren positif dengan mengalahkan Myanmar dan terus mempertahankan performa apik di berbagai ajang.
Di bawah kepemimpinan Kim Sang-sik, Vietnam berhasil mengatasi Singapura, dua kali menundukkan Thailand pada partai final Piala AFF, mengalahkan Nepal dalam Kualifikasi Piala Asia 2027, serta meraih kemenangan atas Laos, Malaysia, Myanmar, hingga Timor Leste di Piala AFF 2026.
Namun, salah satu kemenangan tersebut memunculkan perdebatan. AFC memutuskan memberikan kemenangan 3-0 kepada Vietnam melalui keputusan walkover setelah Malaysia dinyatakan melanggar regulasi terkait penggunaan pemain naturalisasi. Padahal, hasil pertandingan di lapangan sebelumnya berakhir dengan kekalahan Vietnam 0-4. Keputusan administratif itu kemudian tetap dimasukkan dalam daftar kemenangan beruntun mereka.
Laga Uji Coba Ikut Dipertanyakan
Media Vietnam, The Thao 247, melaporkan bahwa keputusan administratif AFC menjadi salah satu alasan Guinness World Records belum memberikan pengakuan resmi terhadap rekor tersebut. Pasalnya, masih ada pertanyaan mengenai apakah kemenangan yang diperoleh melalui keputusan administratif layak dihitung sebagai bagian dari rekor kemenangan beruntun.
Selain itu, rangkaian 18 kemenangan Vietnam juga mencakup tiga pertandingan uji coba tertutup selama pemusatan latihan di Korea Selatan melawan Siheung Citizen, Yongin, dan Gangwon FC. Karena berstatus laga tidak resmi, pertandingan tersebut umumnya tidak masuk dalam statistik resmi FIFA maupun lembaga pencatat rekor internasional.
Dengan situasi tersebut, Vietnam masih harus menunggu kepastian terkait validitas rekor mereka. Sementara itu, fokus utama tim kini tertuju pada laga berikutnya menghadapi Singapura di Piala AFF 2026. Kemenangan pada pertandingan tersebut bukan hanya akan memperpanjang tren positif, tetapi juga semakin membuka peluang Vietnam melaju ke babak semifinal.(BY)












