Jetour T1 i-DM Jadi Favorit, Minat terhadap SUV Hybrid Terus Meningkat

Jetour mengantongi 800 surat pemesanan kendaraan (SPK), dengan mayoritas berasal dari varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) Jetour T1 i-DM.
Jetour mengantongi 800 surat pemesanan kendaraan (SPK), dengan mayoritas berasal dari varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) Jetour T1 i-DM.

JakartaPT Jetour Sales Indonesia mencatat respons pasar yang menggembirakan terhadap kehadiran Jetour T1 di Indonesia. Sejak resmi diperkenalkan pada 3 Juni 2026, SUV tersebut telah membukukan sekitar 800 surat pemesanan kendaraan (SPK), dengan sebagian besar pembeli memilih varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) Jetour T1 i-DM.

Dominasi pemesanan pada model i-DM menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap kendaraan berteknologi elektrifikasi yang mampu menggabungkan efisiensi penggunaan energi listrik dengan kepraktisan mesin bensin untuk perjalanan jarak jauh.

Sales Director PT Jetour Sales Indonesia, Michael Budihardja, mengatakan pencapaian tersebut melampaui target awal perusahaan. Menurutnya, tingginya animo konsumen menjadi bukti bahwa teknologi PHEV mulai mendapat tempat di pasar otomotif nasional. Sementara itu, varian bermesin pembakaran internal (ICE) juga tetap diminati berkat karakteristiknya yang praktis untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Ia juga mengingatkan bahwa program harga khusus bagi 1.000 pembeli pertama kini hampir habis. Karena itu, masyarakat yang ingin memperoleh penawaran tersebut disarankan segera melakukan pemesanan sebelum harga normal mulai diberlakukan.

Jetour menilai tren ini mencerminkan perubahan preferensi konsumen Indonesia terhadap kendaraan ramah lingkungan. Sistem PHEV memungkinkan kendaraan digunakan dengan tenaga listrik untuk aktivitas harian, namun tetap mengandalkan mesin bensin saat dibutuhkan menempuh perjalanan jauh tanpa khawatir keterbatasan jarak tempuh.

Baca Juga  Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range Pecahkan Rekor Perjalanan Terpanjang di Asia Tenggara

Pada sektor performa, Jetour T1 i-DM dibekali sistem Intelligent Dual Mode yang mengombinasikan mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine dengan Dedicated Hybrid Transmission (DHT) serta baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 18,4 kWh. Baterai tersebut mendukung pengisian cepat dan mampu membawa kendaraan melaju hingga 100 kilometer menggunakan tenaga listrik murni berdasarkan standar WLTC.

Sistem penggeraknya menawarkan beberapa pilihan mode berkendara, mulai dari Pure EV Drive untuk penggunaan di area perkotaan, Intelligent Hybrid yang secara otomatis mengatur perpindahan sumber tenaga, hingga mode Parallel Drive, Series Drive, Direct Engine Drive, dan regenerative braking yang membantu meningkatkan efisiensi konsumsi energi.

Untuk menunjang kenyamanan, SUV ini dibekali 79 titik peredam suara yang dipadukan dengan kaca akustik berlapis di bagian depan dan belakang. Jetour mengklaim tingkat kebisingan kabin saat mobil berhenti berada di bawah 40 desibel. Beragam fitur pendukung juga disematkan, seperti AC yang tetap bekerja saat kendaraan diparkir, Nap Mode, AC dua zona, ventilasi kabin otomatis, serta sandaran kaki untuk penumpang depan pada varian i-DM. Kaca kendaraan juga diklaim mampu menahan hingga 99 persen paparan sinar ultraviolet.

Baca Juga  Motor Listrik Baru Polytron Dibuat Spesial untuk Perempuan Indonesia

Dari sisi tampilan, Jetour T1 mengusung konsep Urban Adventure SUV dengan grille modern yang terintegrasi lampu LED serta desain lampu utama berbentuk Four-Leaf Clover. Varian ICE menggunakan velg 18 inci dengan ban berukuran 235/65 R18, sedangkan versi i-DM mengandalkan velg 19 inci yang dipadukan ban 235/60 R19 berteknologi Run Flat Tire.

Saat ini, Jetour masih memberlakukan harga promosi bagi 1.000 konsumen pertama, yakni Rp388 juta (OTR Jakarta) untuk varian ICE dan Rp538 juta (OTR Jakarta) untuk varian i-DM. Setelah kuota tersebut terpenuhi, harga resmi akan naik menjadi Rp408 juta untuk Jetour T1 ICE dan Rp558 juta untuk Jetour T1 i-DM (OTR Jakarta).(BY)