Fativa.id – Babak gugur FIFA World Cup 2026 kembali menghadirkan duel kelas dunia yang menyedot perhatian. Jepang, raja Asia yang tengah menanjak, akan berhadapan dengan raksasa sepak bola dunia Brasil dalam laga hidup-mati babak 32 besar di Stadion Houston, Amerika Serikat, Selasa (30/6/2026) pukul 00.00 WIB.
Laga Jepang vs Brasil ini bukan sekadar perburuan tiket ke babak 16 besar. Ada sejarah panjang, gengsi besar, dan aroma balas dendam yang menyelimuti duel dua negara dengan tradisi sepak bola berbeda tersebut. Jepang datang dengan tekad mematahkan dominasi Brasil yang selama ini begitu kuat.
Tim Samurai Biru memastikan langkah ke fase knockout setelah finis sebagai runner-up Grup F. Kepastian itu diraih usai bermain imbang 1-1 melawan Swedia pada laga terakhir grup. Hasil tersebut cukup untuk membawa anak asuh Hajime Moriyasu melangkah ke fase gugur.
Namun tantangan besar langsung menanti. Di hadapan mereka berdiri Brasil, tim lima kali juara dunia yang lolos sebagai pemuncak Grup C dengan performa meyakinkan. Tim Samba kembali menunjukkan aura mengerikan sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Secara sejarah, Brasil memang punya catatan superior. Dalam 13 pertemuan melawan Jepang, Selecao mencatatkan 11 kemenangan. Salah satu kemenangan paling diingat terjadi di Piala Dunia 2006, ketika Brasil membantai Jepang 4-1 lewat aksi gemilang Ronaldo Nazário.
Namun sejarah tak selalu menjadi jaminan. Jepang pernah memberi luka untuk Brasil dalam pertemuan terakhir mereka. Pada laga uji coba Oktober 2025, Samurai Biru sukses membuat kejutan besar dengan menumbangkan Brasil 3-2. Kemenangan dramatis itu menjadi bukti bahwa Jepang kini bukan lagi tim pelengkap.
Hasil itu memberi suntikan moral besar bagi Jepang. Mereka tahu cara melukai Brasil, dan pengalaman itu bisa menjadi senjata penting dalam duel nanti. Jepang kini datang dengan kepercayaan diri tinggi dan keyakinan bahwa raksasa Amerika Selatan itu bisa dijatuhkan.
Di sisi lain, Brasil tetap menjadi ancaman besar. Tim racikan Carlo Ancelotti diperkuat para pemain elite dunia. Vinícius Júnior menjadi sorotan utama setelah tampil tajam di fase grup dengan torehan empat gol. Kecepatan dan ketajamannya membuat lini belakang lawan terus berada dalam tekanan.
Belum lagi kehadiran Neymar yang disebut sudah pulih dan siap tampil sejak menit pertama. Jika Neymar benar-benar dimainkan, daya ledak Brasil dipastikan meningkat drastis.
Meski begitu, Moriyasu menegaskan timnya tak akan datang dengan rasa takut. Menurutnya, Jepang sudah membuktikan tahun lalu bahwa Brasil bisa dikalahkan. Dengan mental kuat, disiplin taktik, dan pengalaman menghadapi tim besar, Samurai Biru yakin kejutan bisa kembali terjadi.
Sepanjang fase grup, Jepang tampil konsisten dengan menahan imbang Belanda 2-2, menghancurkan Tunisia 4-0, dan bermain imbang melawan Swedia. Total tujuh gol dan hanya tiga kali kebobolan menunjukkan Jepang datang bukan sebagai korban, tetapi sebagai ancaman nyata.
Kini semua mata tertuju ke Houston. Apakah Brasil kembali menunjukkan kekuasaannya, atau Jepang akan mengulang sejarah manis dan membuat dunia kembali tercengang? Duel ini dipastikan menjadi salah satu laga paling panas dan emosional di babak knockout.(*)












