Kantor SAR Mentawai Kerahkan Tim Cari Nelayan Hilang di Perairan Pulau Bugei

SAR Mentawai Kerahkan Tim dan RIB 03 untuk Pencarian.
SAR Mentawai Kerahkan Tim dan RIB 03 untuk Pencarian.

Mentawai – Seorang nelayan dilaporkan belum kembali dan diduga hilang di perairan sekitar Pulau Bugei, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mentawai segera menggelar operasi pencarian dan pertolongan untuk menemukan korban.

Operasi kemanusiaan ini dilakukan setelah adanya informasi dari warga terkait seorang nelayan yang diduga mengalami insiden saat berada di laut ketika melaut sekaligus menjual hasil tangkapannya.

Berdasarkan data yang diperoleh, korban diketahui bernama Arbian (50). Ia berangkat menggunakan perahu sampan dari Dusun Sua, Desa Saibi, pada Kamis (18/6) sekitar pukul 15.00 WIB dengan tujuan menuju Dermaga Muara Siberut untuk menjual ikan hasil tangkapan.

Namun, hingga beberapa hari setelah keberangkatan, Arbian tidak juga kembali ke rumah. Kondisi ini membuat pihak keluarga dan warga sekitar cemas, sehingga dilakukan upaya pencarian secara mandiri di sejumlah titik yang biasa dilalui korban saat melaut.

Baca Juga  Gelombang Tinggi di Pantai Padang, Tim SAR Selamatkan Nelayan

Dalam proses pencarian awal oleh warga, hanya ditemukan sampan serta kotak ikan milik korban yang terapung di sekitar perairan Pulau Bugei. Sementara keberadaan Arbian sendiri masih belum diketahui.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Unit Siaga SAR (USS) Siberut. Laporan resmi diterima pada Minggu (21/6) sekitar pukul 11.30 WIB dari seorang warga bernama Lemarius.

Setelah menerima laporan, tim rescue USS Siberut langsung bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan korban atau Last Known Position (LKP). Personel diberangkatkan pada pukul 11.50 WIB untuk melakukan penyisiran di area tersebut.

Lokasi pencarian berada di koordinat 1°29’47” LS dan 99°11’16” BT, yang berjarak sekitar 28 mil laut dari Pelabuhan Muara Siberut dengan arah sekitar 151 derajat.

Dalam operasi ini, lima personel SAR dikerahkan dengan membawa berbagai peralatan pendukung guna memperluas jangkauan pencarian di lapangan.

Sejumlah sarana yang digunakan meliputi Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Mentawai, sepeda motor KLX, perangkat komunikasi, perlengkapan medis dan evakuasi, telepon satelit, serta jaringan internet Starlink untuk mendukung koordinasi tim di lokasi.

Baca Juga  Tantangan Geografis dan Siswa Sedikit, Mentawai Butuh Dukungan Pendidikan Lebih Optimal

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, menyampaikan bahwa tim langsung dikerahkan segera setelah laporan diterima dari masyarakat.

Ia menegaskan bahwa seluruh sumber daya yang tersedia telah dimaksimalkan untuk mempercepat proses pencarian, sekaligus memperkuat koordinasi dengan unsur potensi SAR serta masyarakat setempat selama operasi berlangsung.(des*)