Jakarta — Di antara berbagai jembatan ekstrem di dunia, ada satu infrastruktur yang kerap disebut sebagai salah satu yang paling berisiko untuk dilewati. Jembatan tersebut adalah Hussaini Suspension Bridge yang berada di wilayah utara Pakistan.
Jembatan ini melintasi Sungai Hunza yang dikenal memiliki arus deras serta hembusan angin kuat yang kerap membuat perjalanan di atasnya terasa menegangkan. Meski reputasinya menakutkan, struktur ini justru dianggap sebagai karya teknik sederhana masyarakat lokal dan kini menjadi daya tarik wisata bagi para pencari tantangan.
Dengan panjang sekitar 193 meter, jembatan ini dibangun pada 1968 secara gotong royong oleh penduduk desa Hussaini dan Zarabad. Tanpa bantuan alat berat modern, mereka hanya menggunakan bahan sederhana seperti papan kayu, kabel baja, dan tali utama sebagai penopang utama konstruksinya.
Awalnya, jembatan ini dibuat untuk memudahkan akses transportasi warga, termasuk untuk membawa barang dan hewan ternak melintasi sungai. Namun pada 2010, struktur ini sempat rusak akibat longsor besar sebelum akhirnya diperbaiki kembali oleh masyarakat setempat.
Ciri khas yang membuatnya terkenal sekaligus dianggap berbahaya adalah desain lantainya yang memiliki jarak antar papan cukup renggang. Celah tersebut sengaja dibuat untuk mengurangi efek guncangan akibat angin kencang di kawasan lembah pegunungan.
Karena kondisi ekstrem itu, sejumlah media perjalanan internasional bahkan memasukkan jembatan ini dalam daftar infrastruktur paling berisiko di dunia. Pengelola setempat kini mewajibkan wisatawan menggunakan jaket pelampung sebelum menyeberang sebagai langkah keselamatan.
Kebijakan tersebut diperketat setelah sebuah insiden tragis pada Juli 2022, ketika seorang mahasiswa dilaporkan terjatuh ke Sungai Hunza dan meninggal akibat kuatnya arus air. Peristiwa itu kemudian membuat jembatan ditutup sementara untuk proses evaluasi dan perbaikan.
Setelah itu, pemerintah lokal bersama warga melakukan renovasi besar, termasuk mengganti papan kayu yang sudah lapuk dan memperkuat kembali kabel penyangga agar lebih aman digunakan.
Meski memiliki reputasi menyeramkan, perbaikan tersebut justru meningkatkan minat wisatawan mancanegara. Banyak pengunjung yang membagikan pengalaman mereka setelah berhasil menyeberangi jembatan tersebut di berbagai platform ulasan wisata.
Sebagian wisatawan menyebut pengalaman berjalan di atas jembatan ini sangat memacu adrenalin dan menjadi tantangan mental tersendiri. Ada juga yang memperkirakan bahwa dibutuhkan ratusan langkah untuk mencapai sisi seberang, dengan catatan tetap harus berhati-hati karena risiko jatuh masih ada.
Namun tidak semua orang mampu melewati tantangan tersebut. Beberapa pengunjung mengaku memilih mundur karena tidak sanggup menghadapi rasa takut saat berada di atas jembatan yang bergoyang tersebut.(BY)












