Jajanan Kantin Diduga Picu Keracunan 23 Siswa

Puluhan siswa SD di Sidoarjo dirawat di rumah sakit diduga keracunan makanan.
Puluhan siswa SD di Sidoarjo dirawat di rumah sakit diduga keracunan makanan.

Jakarta – Sebanyak 23 siswa SD Islam Ar Rahma, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, harus mendapatkan perawatan medis setelah diduga mengalami keracunan makanan pada Jumat (7/8/2026).

Para siswa yang menjadi korban diketahui berasal dari kelas 3 dan 4. Mereka dibawa ke RS Assakinah Medika setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan yang muncul tidak lama setelah mengonsumsi jajanan dari kantin sekolah.

Setibanya di rumah sakit, para siswa langsung mendapat penanganan medis. Beberapa di antaranya dipasangi infus di ruang Instalasi Rawat Darurat (IRD). Pemeriksaan juga dilakukan secara bertahap, termasuk pengecekan darah dan kondisi kesehatan masing-masing pasien.

Dari keterangan sejumlah siswa, makanan yang dikonsumsi sebelum munculnya gejala berupa jajanan frozen food, seperti odeng dan gorengan, yang dijual di area kantin sekolah.

Keluhan yang dirasakan para siswa hampir serupa. Mereka mengalami sakit atau nyeri pada bagian perut, mual, serta tubuh yang terasa lemas secara tiba-tiba.

Baca Juga  Cuaca Buruk Sebabkan Kapal Nelayan Tenggelam, Satu Korban Ditemukan Meninggal

Salah seorang siswa, Nazifa, mengatakan dirinya membeli odeng dan gorengan di kantin sekolah sebelum merasakan sakit pada bagian perut.

Dokter jaga IRD RS Assakinah Medika, dr. Ilham Muhammad Kevin, membenarkan adanya sejumlah pasien anak dengan keluhan yang hampir sama. Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi para siswa mengarah pada gangguan atau infeksi saluran pencernaan yang kemungkinan berkaitan dengan makanan.

“Jumlahnya yang kami tangani ada 23 siswa. Rata-rata mengeluhkan sakit perut dan mual usai mengonsumsi makanan di kantin,” ujar dr. Ilham.

Kasus tersebut kini dalam penanganan Polresta Sidoarjo. Polisi telah mendatangi rumah sakit untuk meminta keterangan dari para siswa serta melakukan pemeriksaan ke lokasi sekolah.

Petugas juga mengamankan sejumlah sisa makanan yang diduga dikonsumsi para korban. Sampel frozen food tersebut kemudian dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan mengetahui kandungan maupun penyebab pasti munculnya gejala keracunan.

Baca Juga  Komnas HAM Periksa Dugaan Keracunan di Lapas Bukittinggi yang Merenggut Nyawa Dua Narapidana

Pihak SD Islam Ar Rahma menyatakan siap bekerja sama dengan kepolisian dalam mengusut kejadian tersebut. Pengelola kantin juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan terkait makanan yang dijual kepada para siswa.

Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa tersebut.(des*)