Swasembada Energi Jadi Fokus, Prabowo dan JK Bahas Kolaborasi Pembangunan Nasional

Presiden Prabowo Subianto bertemu Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Presiden Prabowo Subianto bertemu Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (11/6/2026). Pertemuan tersebut membahas strategi percepatan kemandirian energi nasional sebagai salah satu penopang target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

Kedatangan Jusuf Kalla disambut langsung oleh Presiden Prabowo dalam suasana hangat. Agenda pertemuan ini sendiri merupakan tindak lanjut dari permintaan waktu bertemu yang diajukan JK beberapa hari sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut, JK turut didampingi putranya, Solihin Kalla, yang aktif di sektor usaha. Ia menyampaikan kesiapan kelompoknya untuk ikut terlibat dalam pengembangan energi terbarukan berskala besar di Indonesia.

JK menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas energi menjadi faktor penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional. Ia mencontohkan sejumlah proyek pembangkit listrik yang telah dan akan dikembangkan, termasuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) serta pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), dengan total kapasitas mencapai ribuan megawatt.

Baca Juga  Dukung Mobilitas dan Ekonomi, ASN Boleh Kerja Fleksibel 29–31 Desember 2025

Ia juga menegaskan bahwa pencapaian pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah membutuhkan dukungan infrastruktur energi yang kuat, terutama pada sektor energi ramah lingkungan.

Menurut JK, Presiden Prabowo menyambut baik percepatan pengembangan energi nasional, khususnya yang berbasis energi hijau, sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari kondisi saat ini.

Selain isu energi, pertemuan tersebut juga membahas perkembangan situasi global, termasuk dinamika perdamaian di beberapa negara seperti Thailand, Afghanistan, dan Pakistan.

Baca Juga  Peraturan Baru China, Konsumsi Energi Mobil Listrik Harus Lebih Hemat 11%

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi antara pemerintah dan tokoh nasional. Pemerintah terus membuka ruang dialog dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan pemimpin bangsa, untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan nasional serta menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.(BY)